BI Kalteng Dorong Transformasi Ekonomi Digital Lewat Borneo Decafest 2025

Whatsapp Image 2025 10 24 At 6.07.47 Pm
Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, Kepala Perwakilan BI Kalteng Yuliansah Andrias, bersama unsur Forkopimda Kalteng membuka kegiatan Borneo Decafest 2025 di Duta Mall Palangka Raya. (ist)

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menggelar Borneo Digital Economy Creative Festival (Decafest) 2025 di Duta Mall Palangka Raya.

Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transformasi ekonomi digital di Bumi Tambun Bungai.

Mengusung tema Inovasi Ekonomi Kreatif Kalteng sebagai Katalis Pembentukan Ekosistem Digital, Decafest 2025 menghadirkan sinergi antara Pemprov Kalteng, industri perbankan, OJK, perguruan tinggi, ekosistem industri halal, pelaku UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansah Andrias, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya digitalisasi sebagai bagian dari gaya hidup dan pembangunan ekonomi modern.

“Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan awareness masyarakat Kalteng terhadap digitalisasi, sekaligus menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang kreativitas, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Yuliansah pada pembukaan acara, Jumat (24/10/2025).

Ia menjelaskan, Borneo Decafest 2025 berlangsung pada 24–25 Oktober dan 1 November 2025, beriringan dengan event Pesona Tambun Bungai, yang menyoroti peran besar UMKM dalam ekosistem digital daerah.

“Sebanyak 98 persen merchant QRIS di Kalimantan Tengah merupakan pelaku UMKM. Keterlibatan mereka menjadi sorotan utama sekaligus wujud nyata komitmen untuk mengakselerasi digitalisasi UMKM di Kalimantan Tengah,” tambahnya.

Acara ini menampilkan beragam kegiatan edukatif dan interaktif seperti pameran UMKM binaan BI, Runshow Wastra Kalteng: The Sacred Bliss of Central Borneo, Talkshow Wastra: Kain Kita, Cerita Kita, serta Pojok Pembiayaan UMKM yang melibatkan Bank Kalteng, BSI, dan PT PNM Palangka Raya.

Dalam upaya memperkuat literasi digital, BI Kalteng juga menghadirkan Talkshow Gen Z Shield dan SheFinance, yang mengedukasi masyarakat terkait keuangan digital dan inklusi keuangan perempuan.

Selain itu, unsur hiburan dikolaborasikan dengan edukasi digital melalui Theater Perlindungan Konsumen, Photography Competition, Kalteng’s Next Top Voice, dan Running Competition.

Sebagai puncak kegiatan, Hadari Kahayan Color Run-6K akan digelar pada 1 November 2025 dengan 1.200 peserta, menjadi simbol semangat masyarakat Kalteng dalam mendukung transformasi digital.

Pada momentum ini, BI Kalteng juga memperkenalkan dua inovasi penting, yakni QRIS TAP dan aplikasi HUMA BETANG.

QRIS TAP menjadi terobosan baru sistem pembayaran digital hasil kolaborasi BI Kalteng, Bank Mandiri, dan Pemprov Kalteng, sedangkan aplikasi HUMA BETANG dirancang untuk mempermudah masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor secara daring.

“Harapannya, kolaborasi dan sinergi bersama dengan pemerintah, industri keuangan, pelaku usaha dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mendukung terciptanya ekosistem ekonomi digital yang berkontribusi positif mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” harap Yuliansah.

Sementara itu, Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bank Indonesia atas inisiatif dalam menghadirkan wadah kreatif yang tidak hanya mengedepankan ekonomi digital, tetapi juga mengangkat budaya lokal Kalimantan Tengah.

“Kegiatan ini tentunya bukan sekadar festival, tetapi merupakan ruang kolaborasi inovatif, yang menggabungkan semangat pelestarian budaya lokal dengan transformasi digital ekonomi kreatif,” ujar Gubernur.

Ia menegaskan, kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar hiburan, karena turut berperan dalam meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat serta memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah edukasi dan hiburan, yang mendorong meningkatnya literasi keuangan digital masyarakat, yang diharapkan dapat mempercepat adopsi pembayaran digital, memperluas akses pasar bagi UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berbasis teknologi,” ungkapnya. (asp)