Balanganews.com
Home » Palangka Raya » Menteri P2MI Dorong SDM Kalteng Masuk Pasar Kerja Global
Palangka Raya

Menteri P2MI Dorong SDM Kalteng Masuk Pasar Kerja Global

Whatsapp Image 2025 11 27 At 10.50.26 Pm
Menteri P2MI, Mukhtarudin, didampingi Wagub Kalteng Edy Pratowo, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat diwawancara wartawan di Poltekkes Palangka Raya

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Menteri Perlindungan Pekerjaan Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat penyiapan sumber daya manusia (SDM) Kalimantan Tengah agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, sekaligus melakukan pembaruan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian P2MI dan Poltekkes Palangka Raya, Kamis (27/11/2025).

“Hari ini kami memperbarui MoU antara Kementerian P2MI dengan Poltekkes Kemenkes Palangka Raya. MoU ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan Poltekkes, sehingga memperkuat sinergi antara P2MI dengan Poltekkes Palangka Raya,” ujar Mukhtarudin.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan lulusan Poltekkes untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di luar negeri, termasuk perawat dan caregiver.

Upaya itu merupakan bagian dari program Quick Win Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penempatan 500.000 tenaga kerja luar negeri, terdiri dari 300.000 lulusan SMK dan 200.000 kategori umum.

“Kami ingin mempersiapkan sumber daya manusia, khususnya lulusan Poltekkes, untuk mengisi pasar kerja di luar negeri, terutama pada bidang perawat (nurse) dan caregiver,” ucapnya.

Mukhtarudin menyebut peluang kerja internasional saat ini sangat terbuka, tidak hanya di sektor kesehatan tetapi juga manufaktur seperti welder dan truck driver. Dari 351.407 lowongan di SISKOP2MI, baru sekitar 20 persen yang dilamar, sehingga peningkatan kompetensi dan penyiapan SDM dinilai sangat penting.

“Ini menunjukkan bahwa penyiapan SDM harus kita perkuat. Kita ingin pekerja migran Indonesia tidak lagi identik sebagai pekerja domestik, tetapi professional workers dengan skill tingkat menengah hingga tinggi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa penuaan penduduk di sejumlah negara Asia dan Eropa menjadi peluang besar bagi lulusan Indonesia, termasuk mahasiswa Poltekkes yang disebut memiliki minat tinggi untuk bekerja di luar negeri.

“Soal gaji, di negara-negara Eropa bisa mencapai 50–60 juta rupiah per bulan,” katanya.

Mukhtarudin menegaskan seluruh proses penempatan harus dilakukan secara resmi dan sesuai prosedur demi melindungi pekerja migran.

Ia menekankan bahwa P2MI hanya menempatkan pekerja di negara yang memiliki regulasi dan perlindungan memadai, sekaligus mengingatkan pemerintah daerah tentang kewajiban perlindungan pekerja migran sebagaimana amanat UU Nomor 18 Tahun 2017.

“Masalah utama pekerja migran biasanya berasal dari keberangkatan non-prosedural. Karena itu, edukasi migrasi aman terus diperkuat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa P2MI tengah memperkuat koordinasi untuk pembentukan kantor layanan P2MI di Kalimantan Tengah. Sementara itu, pelayanan dapat diakses melalui Mall Pelayanan Publik Kota Palangka Raya, termasuk pendaftaran melalui E-PMI (Elektronik Pekerja Migran Indonesia).

“Prinsipnya, siapapun pekerja migran Indonesia yang mengalami masalah di luar negeri baik kecelakaan, penganiayaan, atau lainnya negara akan hadir melalui KBRI dan P2MI untuk memberikan pendampingan sampai tuntas, termasuk pemulangan serta santunan bagi yang berhak,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng, H. Edy Pratowo, menekankan bahwa pembangunan pendidikan harus selaras dengan Asta Cita Presiden, yang menekankan pembangunan dimulai dari desa dan wilayah pedalaman.

“Kami ingin seluruh masyarakat Kalimantan Tengah, hingga yang di pedalaman dan tidak mampu, semua bisa menikmati akses pembangunan dan layanan yang berkualitas,” tegas Edy.

Ia juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi dalam mendukung pengembangan kualitas pendidikan, termasuk bagi mahasiswa kesehatan yang nantinya akan mengabdikan diri di tengah masyarakat.

Selain itu, Wagub Edy Pratowo juga turut memberikan motivasi kepada para mahasiswa untuk berani bermimpi besar dan menjaga etika.

“Bermimpilah setinggi langit, kalaupun jatuh, kalian akan jatuh di antara bintang-bintang, dan yang terpenting, junjung selalu adab. Jangan terpengaruh hal-hal negatif seperti pergaulan bebas, narkoba, judi online, dan lainnya,” tuturnya. (asp)

Berita Terkait