BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat digitalisasi transaksi sosial keagamaan serta menjaga stabilitas harga pangan menjelang Idul Fitri 1447 H.
Salah satu terobosan yang diluncurkan adalah HAPAQAT atau Harmoni Amal Pembayaran QRIS Kalimantan Tengah.
Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, PT Bank Kalteng, dan Baznas Kota Palangka Raya.
Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansah Andrias mengatakan, melalui program HAPAQAT ini pihaknya mendorong digitalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh instansi OPD untuk menggunakan sistem pembayaran berbasis QRIS.
Upaya itu ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus memperluas pemanfaatan transaksi non-tunai di masyarakat.
“HAPAQAT menargetkan digitalisasi Unit Pengumpul Zakat di seluruh instansi Organisasi Perangkat Daerah, mendorong elektronifikasi pembayaran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berbasis QRIS demi tata kelola dana umat yang lebih transparan, mutakhir, dan akuntabel,” kata Yuliansah Andrias, pada Peluncuran Program HAPAQAT, Kamis (19/2/2026).
Sementara itu, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin memberikan apresiasi program tersebut. Ia menyebutkan, program HAPAQAT menjadi katalisator elektronifikasi pembayaran zakat di Palangka Raya.
“Penggunaan kanal QRIS ini beresonansi kuat dengan visi kami dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan dan sosial yang transparan serta modern di Kota Palangka Raya,” tegas Fairid
Di sisi lain, BI Kalteng juga bergerak menjaga daya beli masyarakat dengan bersinergi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Perum BULOG.
Operasi Pasar Murah digelar di sejumlah pasar tradisional Kota Palangka Raya, yakni Pasar Besar (20 Februari), Pasar Kahayan (23 Februari), dan Pasar Rajawali (25 Februari).
Langkah ini dilakukan untuk meredam potensi kenaikan harga pangan (volatile food) yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
“Intervensi ini merupakan langkah presisi untuk meredam gejolak harga pangan (volatile food) dan menjaga jangkar ekspektasi inflasi jelang momentum Idul Fitri,” jelas Yuliansah Andrias.
Tak hanya itu, edukasi kepada masyarakat juga diperkuat melalui kampanye Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, perluasan akseptasi QRIS, serta Pelindungan Konsumen (PeKA).
Mengusung tema “Bijak Bertransaksi di Bulan Penuh Berkah”, masyarakat diimbau mengenali ciri keaslian Rupiah, merawat uang dengan benar, serta menjaga keamanan data pribadi saat bertransaksi digital.
Bank Indonesia mengingatkan masyarakat agar tidak membagikan PIN dan OTP, selalu memverifikasi nama merchant sebelum membayar melalui QRIS, serta waspada terhadap berbagai modus penipuan yang marak terjadi selama Ramadan.
Melalui sinergi layanan kas, digitalisasi transaksi sosial, hingga pengendalian inflasi, BI Kalteng menargetkan Ramadan dan Idul Fitri tahun ini dapat berlangsung dengan sistem pembayaran yang aman, lancar, dan stabil bagi seluruh masyarakat. (asp)
