Urai Antrean SPBU, Pertamina Kalteng Tambah Pasokan BBM hingga 205 KL per Hari

Sales Area Manager Retail Pertamina Patra Niaga Kalteng, Donny Prasetya

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – PT Pertamina Patra Niaga bergerak cepat mengatasi fenomena antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).

Sebagai solusi jangka pendek untuk mengurai kepadatan, Pertamina secara resmi meningkatkan pasokan harian hingga menyentuh angka 205 kiloliter (kl).

Hal tersebut disampaikan Sales Area Manager Retail Pertamina Patra Niaga Kalteng, Donny Prasetya, pada pertemuan bersama Gubernur Kalteng dan Forkopimda di Istana Isen Mulang, Jumat (8/5/2026).

Donny mengungkapkan, langkah tersebut diambil setelah melihat adanya lonjakan permintaan yang signifikan akibat aktivitas pengisian BBM secara bersamaan oleh masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

“Normalnya kebutuhan harian mencapai 180-190 kiloliter (kl) per hari, namun saat ini kami tingkatkan menjadi 200-205 kl per hari. Khusus untuk Pertamax, kami lakukan penambahan pasokan sebesar 10 hingga 15 persen dari kebutuhan normal untuk memastikan pelayanan tetap optimal,” ujarnya.

Donny menjelaskan, peningkatan distribusi ini diharapkan dapat mempercepat pelayanan di tingkat operator SPBU sehingga penumpukan kendaraan di badan jalan dapat segera berkurang.

Ia menegaskan, bahwa operasional distribusi dari terminal BBM ke 75 SPBU di seluruh penjuru Kalteng saat ini sedang bekerja ekstra untuk memastikan stok di tangki pendam SPBU tidak kosong.

Mengenai ketahanan energi daerah, Pertamina menjamin posisi stok berada pada level aman dan bersifat dinamis dengan pengisian ulang secara rutin dari terminal pusat.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok 6-10 hari itu bersifat dinamis, artinya pasokan terus masuk dan diisi ulang secara terus-menerus, bukan berarti setelah itu habis,” tambahnya.

Di sisi lain, Donny menyayangkan adanya disinformasi terkait isu pembatasan Pertamax menggunakan barcode yang sempat memicu keresahan publik.

Ia menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar dan meminta masyarakat untuk tetap tenang serta tidak melakukan pembelian berlebih (panic buying) yang justru dapat merusak ekosistem distribusi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan membelinya langsung di SPBU resmi, bukan di pengecer. Jangan sampai ada perilaku panic buying, seperti sudah membeli hari ini lalu besok kembali mengantre,” pungkas Donny. (asp)