Bank Kalteng Catat Rekor Pertumbuhan, Siap Jawab Tantangan Ekonomi 2026

Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah, saat menyampaikan paparan terkait kondisi perkembangan Bank Kalteng pada kegiatan Media Update bersama OJK Kalteng

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah (Bank Kalteng) berhasil membukukan tren kinerja positif yang konsisten dan berkelanjutan. Kinerja tahun 2025 bahkan tercatat sebagai pertumbuhan terbaik sepanjang sejarah berdirinya bank milik pemerintah daerah tersebut.

Direktur Utama PT Bank Kalteng, Maslipansyah, mengungkapkan bahwa pencapaian ini menjadi modal berharga bagi perseroan dalam menghadapi dinamika dan tantangan ekonomi pada tahun 2026.

“Pencapaian kinerja 2025 merupakan pertumbuhan terbaik sejak Bank Kalteng berdiri. Menghadapi tahun 2026, kami menuntut kehati-hatian dalam pengelolaan likuiditas, pendanaan, dan pertumbuhan kredit berkualitas,” ujar Maslipansyah dalam pemaparan Media Update bersama OJK Kalteng, Selasa (30/6/2026).

Berdasarkan data keuangan tahun 2025 (yoy), Bank Kalteng mencatatkan lonjakan aset sebesar 21,46 persen menjadi Rp20,4 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh signifikan 28,01 persen mencapai Rp13,8 triliun, sementara penyaluran kredit meningkat 9,42 persen menjadi Rp11,7 triliun.

Pertumbuhan ini mengerek laba bersih perseroan sebesar 14,76 persen menjadi Rp368,5 miliar.

Kualitas dan kesehatan bank juga terjaga prima dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross di angka 2,52 persen, lebih rendah dari rata-rata peergroup BPD nasional yang berada di level 3,23 persen.

Selain itu, Return on Assets (ROA) mencapai 2,37 persen (di atas peergroup BPD 2,05 persen) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang sangat kuat sebesar 44,34 persen.

Memasuki tahun 2026, Bank Kalteng membuktikan bahwa momentum positifnya terus berlanjut. Berdasarkan data Triwulan I per 31 Maret 2026, aset perseroan tumbuh menjadi Rp20,1 triliun (naik 7,68 persen yoy), penyaluran kredit Rp11,8 triliun (naik 8,73 persen yoy), dan DPK mencapai Rp13,9 triliun (naik 10,56 persen yoy).

Laba bersih pada periode ini menyentuh Rp124 miliar atau tumbuh 9,76 persen yoy, ditopang oleh modal inti sebesar Rp3,8 triliun. Kualitas aset terpantau kian membaik dengan NPL Nett turun 34,71 persen menjadi 1,11 persen.

Dari sisi efisiensi, BOPO berhasil ditekan turun 4,05 persen menjadi 64,96 persen, dibarengi dengan kenaikan CAR sebesar 12,88 persen menjadi 44,71 persen.

Sebagai mitra pembangunan daerah, Bank Kalteng terus memperkuat perannya dalam menggerakkan sektor riil dan UMKM. Hingga 31 Maret 2026, pembiayaan UMKM telah disalurkan sebesar Rp2,687 triliun kepada 8.363 debitur di Kalimantan Tengah.

Langkah ini menjadi salah satu pilar kontribusi nyata Bank Kalteng dalam mendukung visi pembangunan pemerintah daerah melalui program “Huma Betang”, yang mencakup aspek Betang Makmur (Pembiayaan UMKM), Betang Maju (Transformasi Digital), Betang Harmoni (Penyaluran KHBS), Betang Sehat (CSR Kesehatan), dan Betang Cerdas (Literasi Keuangan dan CSR Pendidikan).

Selain itu, untuk mendorong inklusi dan literasi keuangan, Bank Kalteng gencar melakukan inovasi digital. Salah satunya melalui aplikasi Betang Mobile yang kini dilengkapi fitur Scan QRIS dan aplikasi monitoring QRIS Merchant untuk memantau omzet UMKM secara real-time.

Bank Kalteng juga meluncurkan kartu uang elektronik (e-money) bernama EPOK yang terintegrasi untuk berbagai transaksi non-tunai.

Tidak hanya layanan digital di gawai, perseroan juga menghadirkan ruang fisik modern bernama Digital Lounge yang dilengkapi mesin Self Service Banking (SSB) guna mempercepat keperluan administrasi nasabah secara mandiri tanpa antrean konvensional.

Berkat kinerja gemilang tersebut, Bank Kalteng memborong sejumlah penghargaan bergengsi hingga pertengahan tahun 2026. Di antaranya penghargaan Bintang 5 untuk PT Bank Kalteng, TOP Pembina BUMD 2026 kepada H. Agustiar Sabran, serta TOP CEO BUMD 2026 bagi Maslipansyah dalam ajang Top BUMD Award 2026.

Selain itu, perseroan juga meraih predikat The Best Indonesia GCG Award X 2026 dan apresiasi dari Humas Indonesia BUMD Reputation Awards 2026.

Meskipun menorehkan prestasi, Maslipansyah menegaskan pihaknya tetap waspada melihat dinamika ekonomi tahun 2026. Di tingkat global, ketidakpastian dipicu oleh tensi geopolitik, tekanan harga energi, serta tingginya suku bunga.

Sementara di tingkat nasional, per Juni 2026 BI Rate mengalami kenaikan ke level 5,75 persen di tengah inflasi Mei yang terjaga pada 3,08 persen.

“Kami merespons kondisi persaingan dana dan biaya dana atau cost of fund, yang ketat dengan strategi Tumbuh dengan Kehati-hatian (Prudent, Selective, Quality Growth),” tuturnya.

Untuk sektor kredit, Bank Kalteng berkomitmen untuk bersikap selektif, prudent, dan fokus pada sektor yang resilien sembari memperkuat kualitas aset melalui mekanisme early warning dan stress testing.

Sedangkan di sektor pendanaan, perseroan berfokus mengakselerasi digitalisasi guna mengoptimalkan kepemilikan dana murah (CASA) secara berkelanjutan.

“Dengan semangat Isen Mulang, Belum Bahadat, dan Huma Betang, Bank Kalteng bertekad untuk terus tumbuh menjadi bank daerah yang kuat, maju, modern, dan senantiasa tepercaya di hati masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkas Maslipansyah. (asp)