BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) merilis data terbaru mengenai perkembangan sektor pertanian tanaman pangan.
Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) amatan September 2026, luas panen padi di wilayah tersebut pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 90,42 ribu hektare dengan total produksi padi sebanyak 335,28 ribu ton gabah kering giling (GKG).
Kepala BPS Provinsi Kalteng, Toto Haryanto Silitonga, dalam keterangannya menjelaskan bahwa capaian angka luas panen dan produksi padi sepanjang tahun 2026 ini masih bersifat angka sementara karena memperhitungkan potensi hingga akhir tahun.
Jika dikonversikan menjadi beras untuk kebutuhan konsumsi pangan penduduk, maka total produksi beras di Kalimantan Tengah pada 2026 mencapai 199,16 ribu ton.
“Pada 2026, luas panen padi diperkirakan mencapai 90,42 ribu hektare dengan produksi padi sebanyak 335,28 ribu ton gabah kering giling (GKG). Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi beras pada 2026 mencapai 199,16 ribu ton,” ujar Toto Haryanto Silitonga, Senin (4/11/2026).
Lebih lanjut, Toto merincikan dinamika perbandingan kinerja sektor pertanian tersebut terhadap tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan, luas panen padi pada 2026 mengalami koreksi penurunan sebesar 6,73 ribu hektare atau turun sekitar 6,93 persen jika dibandingkan dengan luas panen pada 2025 yang tercatat seluas 97,15 ribu hektare.
Kendati luas panen mengalami kontraksi, total produksi padi (GKG) justru menunjukkan tren peningkatan sebanyak 1,85 ribu ton atau tumbuh sekitar 0,55 persen dibandingkan produksi padi pada 2025 yang sebesar 333,43 ribu ton GKG.
Dinamika positif serupa juga tercatat pada ketersediaan komoditas beras.
Produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk pada 2026 yang menyentuh angka 199,16 ribu ton mengalami peningkatan sebanyak 1,10 ribu ton atau 0,55 persen apabila dibandingkan dengan produksi beras pada 2025 yang sebesar 198,06 ribu ton.
Dari sisi tren bulanan, BPS mencatat puncak panen padi di Kalimantan Tengah pada tahun 2026 terjadi pada bulan Agustus dengan luas panen mencapai 17,59 ribu hektare dan produksi padi tertinggi mencapai 70,58 ribu ton GKG.
Sementara itu, fase produksi terendah diproyeksikan terjadi pada bulan Desember.
Secara geografis, sebaran produksi padi (GKG) di Kalimantan Tengah masih didominasi oleh sejumlah wilayah sentra utama.
Tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2026 berturut-turut adalah Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, dan Katingan. Sebaliknya, tiga wilayah dengan total produksi terendah tercatat di Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas, dan Kabupaten Murung Raya.
BPS menegaskan bahwa angka tahun 2026 ini berstatus sebagai angka sementara karena menggabungkan realisasi hasil amatan Januari hingga September dengan angka potensi untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
Angka definitif tetap akan dievaluasi kembali setelah seluruh data realisasi pengamatan lapangan dan Survei Ubinan triwulanan rampung sepenuhnya. (asp)





