BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Hasil hitung cepat lembaga survey Charta Politika menunjukkan fakta unik dalam Pilgub Kalteng 9 Desember 2020. Masing-masing calon Gubernur, baik Ben Brahim S Bahat maupun H Sugianto Sabran ternyata mengalami kekalahan di kandangnya sendiri.
Calon Gubernur Kalteng nomor urut 1 Ben Brahim adalah Bupati Kapuas 2 periode yang saat ini masih menjabat. Namun di wilayah kekuasaannya sendiri, Ben mengalami kelahan tipis dengan calon Gubernur Kalteng nomor urut 2 H Sugianto Sabran, dengan persentase 49,5% untuk Ben-Ujang, dan 50,5% untuk Sugianto-Edy.
Hal sama dialami H Sugianto Sabran. Di Kota Palangka Raya yang notabene adalah ibukota provinsi tempat berkantor Gubernur petahana justru mengalami kekalahan dengan persentase 53,99% untuk Ben-Ujang, dan 46,01% untuk Sugianto-Edy.
Hal itu diakui Sugianto Sabran saat menggelar press release di kediaman pribadinya Jalan Antang Palangka Raya, Rabu (9/12/2020) kemarin.
“Saya memang meyayangkan di kota Palangka Raya saya justru kalah dengan Pak Ben, padahal di Palangka Raya ini ada kader Partai Golkar terbaik, kader PDI P terbaik , dan saya sendiri juga kader PDI P terbaik, harusnya 60 persen saya menang, namun kenyataannya saya justru kalah di Kota Palangka Raya,” tukas Sugianto.
Namun, lanjut Sugianto, kekecewaannya sedikit terobati saat mengetahui hasil hitung cepat di Kabupaten Kapuas justru dia menang. “Ini cukup menggelitik, saya dan pak Ben bertukar tempat kemenangan, saya menang di Kapuas, Pak Ben Menang di Kota Palangka Raya,” kata dia.
Kendati demikian Sugianto tetap bersyukur atas hasil yang telah dicapai sejauh ini. “Kita tidak perlu merasa kecewa dengan hasilnya, itu hak masyarakat yang menentukan pilihannya,” ucap Sugianto legowo. (nor)