Karya: Rahmi Nurfitriana
Lihat, lihatlah langit April, ia masih kelabu
Saat ada langkah menjauh tanpa satu pun pamit
Terdiam—membisu,
Menyusun ulang napas yang patah jadi bait-bait
Lihat, lihatlah gerimis di pagi
Seperti hati, basah tanpa sebab
Ada suara tidak asing di antara dedaunan
Tapi yang terdengar hanya angin yang lelah
Tidak selalu terang di penghujung harinya
Tapi, langit tetap setia menyimpan ratusan ceritanya
April melintas tanpa suara…
Meninggalkan jejak yang tidak ingin reda…
Palangka Raya, 2025