Karya: Rahmi Nurfitriana
Di atas air yang tenang,
sebuah perahu kecil berayun pelan.
Tak tahu kemana harus berlabuh,
tapi terus bergerak, menantang waktu.
Angin menyapa lembut sisi tubuhnya,
kadang riuh, kadang sunyi tak bersuara.
Ia hanya tahu satu hal —
bahwa diam terlalu lama, berarti tenggelam.
Perahu kecil tak punya layar megah,
tak pula kompas yang pasti arah.
Namun di dadanya tersimpan tekad,
bahwa setiap ombak, layak dihadapi.
Palangka Raya, 2025
