Tindak Lanjuti RDP, DPRD Barut Kunker Ke BPJS Kesehatan Palangka Raya

, PALANGKA RAYA – Kabupaten melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) dalam rangka konsultasi dan koordinasi mengenai pelayanan di Palangka Raya, Kamis (6/6/2024).

Kunker ke Palangka Raya tersebut dalam rangka menindak lanjuti rapat dengar pendapat (RDP) pada Senin (3/6/2024) terkait pelayanan di Kabupaten Barito Utara bersama , BPJS Kesehatan Cabang Muara Teweh dan Puskesmas se Barito Utara.

Delegasi yang berjumlah 11 orang tersebut dipimpin Wakil Ketua II DPRD Barito Utara, Satra Jaya didampingi anggota DPRD lainnya, Sekretaris DPRD Barito Utara, Drs Edwin Tuah serta dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Barito Utara. Kunjungan kerja tersebut diterima Kepala Bagian BPJS Kesehatan Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Barito Utara, H Surianor, SE pada kunjungan kerja menyampaikan berdasarkan hasil pengawasannya di lapangan mulai dari kunjungan langsung ke daerah hingga diskusi dengan warga setempat terkait peserta BPJS Kesehatan.

“Kami meminta kepada BPJS Kesehatan untuk melakukan sosialisasi ke desa-desa, RT dan RW di wilayah Kabupaten Barito Utara agar program kesehatan bisa tepat sasaran kepada masyarakat yang mendapatkan jaminan kesehatan,” kata H Surianoor.

Sementara anggota DPRD lainnya, Hasrat, menanyakan kepada BPJS Kesehatan. “Dulu masyarakat memiliki kartu BPJS yang ditanggung pemerintah, namun sekitar tahun 2020 kartu indonesia sehat (KIS) BPJS kesehatan tidak bisa di gunakan atau tidak diberlakukan lagi,” ucap Hasrat yang juga anggota Komisi III DPRD Barito Utara ini.

Menanggapi pertanyaan Wakil Ketua Komisi III DPRD Barito Utara H Surianor, PPS Kepala Cabang BPJS Kesehatan Palangka Raya, Cipta Margana, mengucapkan terima kasih atas masukan yang baik untuk pihaknya,

“Untuk di Palangka Raya sendiri kami sering melakukan sosialisasi ke daerah-daerah yang di maksud. Nanti kami dan tim juga akan mensosialisasikan hal ini di Kabupaten Barito Utara sehingga masyarakat mengetahui manfaat kepesertaan BPJS Kesehatan,” kata Cipta Margana.

Karena kata Margana sekarang BPJS kesehatan sudah bekerjasama dengan Direktorat jendral Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, bahwasanya identitas jaminan kesehatan bisa menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Kartu Tanda Penduduk (KTP),” kata Cipta Margana.

Lebih lanjut Cipta Margana menyampaikan, untuk masalah peserta BPJS Kesehatan yang ditanggung pemerintah daerah di tahun 2020 di Kabupaten Barito Utara tidak semua dinonaktifkan.

Hal tersebut jelasnya dikarenakan ada beberapa kriteria fakir miskin dan orang tidak mampu, untuk fakir miskin dan orang tidak mampu masuk dalam kategori pemberi bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI JK).

“PBI JK disalurkan secara langsung oleh pemerintah ke Badan Penyelenggara Bantuan (BPJS) Kesehatan, bukan diberikan langsung kepada penerima, hal ini sudah melalui verifikasi Dinas Sosial PMD setempat karena mereka yang lebih mengetahui kriteria masyarakat miskin dan kurang mampu sesuai kebijakan pemerintah daerah masing-masing,” imbuhnya.

Usai tanya jawab mengenai pelayanan BPJS kesehatan, acara diakhiri foto bersama dan pemberian cinderamata dari DPRD Kabupaten Barito Utara kepada BPJS Kesehatan Palangka Raya. (ads)