Muara Teweh – Para guru yang memiliki kompetensi di bidang Teknologi Informasi (TI) di Kabupaten Barito Utara kini memikul tanggung jawab baru sebagai pionir digitalisasi. Hal ini ditekankan saat pembukaan sosialisasi penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) Merah Putih yang dipimpin oleh Sekdis Pendidikan, Hj. Sunarti.
Dalam sambutannya, Hj. Sunarti berharap para guru TIK yang hadir tidak hanya mampu mengoperasikan perangkat untuk kepentingan pribadi, tetapi juga menjadi “pengimbas” bagi rekan sejawat lainnya. Strategi ini diambil agar pengetahuan mengenai teknologi pembelajaran tidak hanya terhenti pada satu orang saja.
“Guru harus menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing agar pemanfaatan teknologi ini bisa merata dan berkelanjutan,” tegas Hj. Sunarti. Peran guru IT sangat krusial karena mereka akan menjadi tempat bertanya bagi guru-guru lain dalam penggunaan perangkat harian di kelas.
Keberlanjutan program digitalisasi ini sangat bergantung pada bagaimana guru mampu mentransfer keterampilan teknis mereka. Jika penguasaan teknologi merata, maka seluruh siswa di Barito Utara, tanpa terkecuali, akan merasakan manfaat dari sistem belajar yang lebih modern.
Selain aspek operasional, guru IT juga dilatih untuk melakukan pemeliharaan dasar terhadap perangkat IFP. Hal ini penting untuk memastikan investasi pemerintah dalam bidang sarana prasarana pendidikan dapat bertahan dalam jangka panjang dan selalu dalam kondisi siap pakai.
Melalui pendekatan ini, Dinas Pendidikan Barito Utara ingin membangun ekosistem pendidikan yang melek teknologi. Sinergi antara guru kompeten dan fasilitas canggih diharapkan melahirkan atmosfir belajar yang dinamis dan berorientasi pada masa depan.
