Ekonomi Kalteng Tumbuh 2,05 Persen pada Triwulan III 2026

Kepala BPS Kalteng, Toto Haryanto Silitonga.

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada triwulan III tahun 2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,05 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y).

Meski masih tumbuh positif, capaian tersebut menunjukkan adanya sejumlah sektor usaha yang mengalami perlambatan, terutama pertambangan dan penggalian.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp66,05 triliun. Sementara itu, berdasarkan harga konstan 2010, nilainya tercatat sebesar Rp31,56 triliun.

Kepala BPS Kalteng, Toto Haryanto Silitonga, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalteng tidak hanya dapat dilihat dari perbandingan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, tetapi juga berdasarkan perkembangan antarkuartal dan akumulasi sepanjang tahun.

Secara kuartalan atau dibandingkan triwulan II-2026, ekonomi Kalteng tumbuh tipis sebesar 0,14 persen. Sementara secara kumulatif sejak triwulan I hingga triwulan III-2026, pertumbuhannya mencapai 3,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Ekonomi Kalimantan Tengah kumulatif hingga triwulan III-2026 tumbuh sebesar 3,11 persen,” ujar Kepala BPS Kalteng, Toto Haryanto Silitonga, dalam konperensi pers di kantor BPS setempat, Kamis (5/11/2026).

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. Sektor ini memberikan andil terbesar terhadap sumber pertumbuhan ekonomi sebesar 1,45 persen secara tahunan.

Selain itu, industri pengolahan turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan sebesar 0,73 persen, disusul administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 0,53 persen.

Namun, tidak semua sektor mencatatkan kinerja positif. Pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi sebesar 8,67 persen dibandingkan triwulan III-2025.

Penurunan juga terjadi pada transportasi dan pergudangan sebesar 2,89 persen serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 2,62 persen.

Di sisi lain, sektor pengadaan listrik dan gas mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 12,74 persen. Kemudian administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib tumbuh 9,53 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 7,98 persen.

Jika dilihat dari struktur perekonomian, pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 23,96 persen terhadap PDRB Kalteng. Posisi berikutnya ditempati industri pengolahan sebesar 17,34 persen dan perdagangan besar serta eceran sebesar 11,79 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 3,02 persen secara tahunan. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas konsumsi masyarakat masih menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah.

Sebaliknya, konsumsi pemerintah mengalami kontraksi sebesar 6,01 persen dan ekspor barang serta jasa turun 4,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam lingkup regional Pulau Kalimantan, posisi pertumbuhan ekonomi Kalteng juga masih perlu mendapat perhatian. Pada triwulan III-2026, Kalteng mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 2,05 persen, lebih rendah dibandingkan seluruh provinsi lainnya di Kalimantan.

Kalimantan Utara mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 6,34 persen, disusul Kalimantan Barat 5,24 persen, Kalimantan Selatan 4,97 persen, dan Kalimantan Timur 3,39 persen.

Adapun kontribusi Kalteng terhadap perekonomian Pulau Kalimantan tercatat sebesar 12,05 persen. Angka tersebut menempatkan Kalteng pada posisi keempat dalam struktur ekonomi regional, setelah Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.

Data tersebut menjadi gambaran bahwa perekonomian Kalteng masih memiliki sejumlah sektor yang tumbuh positif, tetapi juga menghadapi tantangan akibat kontraksi pada beberapa lapangan usaha.

Ke depan, penguatan sektor-sektor unggulan daerah menjadi salah satu hal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. (asp)