Balanganews, Muara Teweh – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan bahwa orientasi pembangunannya dalam 100 hari pertama kepemimpinan tidak lagi bersifat kota-sentris. Melalui visi GASPOL 11.12, ia berkomitmen menciptakan keadilan sosial yang nyata bagi seluruh warga, termasuk mereka yang bermukim di daerah terpencil.
Konsep pemerataan infrastruktur menjadi harga mati dalam agenda kerja 100 hari ini. Peningkatan konektivitas jalan dan jembatan di desa-desa diharapkan dapat memangkas kesenjangan ekonomi dan memudahkan distribusi hasil bumi masyarakat ke pusat perkotaan.
Menurut Bupati, pembangunan yang berkeadilan hanya bisa terwujud jika setiap warga merasakan manfaat yang sama dari APBD. Oleh karena itu, GASPOL 11.12 menempatkan pembangunan desa sebagai prioritas utama guna memastikan tidak ada wilayah yang merasa ditinggalkan.
Selain fisik, aspek layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan juga diperkuat di level akar rumput. Shalahuddin ingin memastikan tenaga medis dan guru dapat menjangkau daerah sulit dengan dukungan fasilitas yang memadai dari pemerintah kabupaten.
Penegasan ini akan disampaikan secara luas melalui siaran iNews TV pada 26 Januari 2026. Bupati ingin publik nasional mengetahui bahwa Barito Utara tengah berupaya keras mengintegrasikan wilayahnya secara komprehensif.
Masyarakat pun diajak untuk mengawal setiap proyek pembangunan di desa mereka masing-masing. Dengan pengawasan langsung dari warga, kualitas pekerjaan infrastruktur diharapkan tetap terjaga dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan lokal.





