Muara Teweh – Sektor pertanian menjadi prioritas utama dalam pengoperasian dua unit excavator amfibi baru milik Pemkab Barito Utara. Bertempat di DAM Trahean, tim teknis Bidang SDA Dinas PUPR melakukan uji fungsi alat tersebut guna memastikan kesiapan sarana penunjang irigasi. Kehadiran alat ini diharapkan menjadi jawaban atas kendala pendangkalan saluran air yang sering dikeluhkan petani.
Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menyampaikan bahwa alat berat ini adalah wujud komitmen pemerintah dalam mendukung produktivitas petani lokal. Dengan saluran irigasi, DAM, dan bendung yang terpelihara dengan baik, pasokan air ke lahan pertanian akan lebih stabil. Hal ini sangat krusial untuk menjaga ritme tanam dan panen masyarakat di Teweh Selatan.
Secara teknis, excavator amfibi ini akan difokuskan untuk pengerukan sedimen di area bendungan. Selama ini, pembersihan manual atau menggunakan alat biasa sering kali tidak maksimal karena kendala kedalaman air. Dengan kemampuan mengapung, alat baru ini bisa menjangkau titik tengah DAM untuk melakukan normalisasi secara menyeluruh.
Kepala Dinas PUPR, M. Iman Topik, menambahkan bahwa sektor pertanian sangat bergantung pada kelancaran sistem pengairan. Jika irigasi lancar, maka potensi gagal panen akibat kekeringan atau luapan air dapat diminimalisir. Alat ini akan menjadi “petugas kesehatan” bagi saluran-saluran air yang menjadi urat nadi pertanian di Barito Utara.
Pelatihan bagi operator juga ditekankan pada pemahaman zonasi pertanian. Tim teknis diharapkan sigap bergerak ke lokasi-lokasi strategis yang membutuhkan penanganan darurat. Sinergi antara ketersediaan alat dan kebutuhan petani diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan daerah secara signifikan.
Uji coba di DAM Trahean ini hanyalah langkah awal dari serangkaian program penguatan fasilitas pertanian. Pemerintah berharap hasil dari penggunaan alat ini dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh para petani dalam waktu dekat. Peningkatan produktivitas lahan kini bukan lagi sekadar impian berkat dukungan alat yang mumpuni.





