BALANGANEWS, PURUK CAHU – Bupati Murung Raya Heriyus meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan terhadap informasi yang beredar di media sosial, khususnya terkait persoalan kelangkaan BBM jenis Pertalite yang sempat terjadi di wilayah Murung Raya.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul munculnya narasi di media sosial yang mengaitkan aktivitas pendulang emas dengan penyebab kelangkaan Pertalite. Pemkab Murung Raya menilai informasi tersebut perlu diluruskan agar masyarakat tidak menerima sebuah pernyataan secara sepotong-sepotong.
Pemerintah daerah menjelaskan, pembahasan yang disampaikan Heriyus sebelumnya tidak secara khusus menempatkan aktivitas pendulang emas sebagai penyebab kelangkaan BBM. Pokok perhatian Bupati lebih berkaitan dengan pengawasan distribusi dan penggunaan BBM di wilayah Murung Raya.
Dalam pembahasan tersebut, Heriyus menyoroti perlunya pengawasan terhadap pola penyaluran BBM, termasuk adanya indikasi BBM yang kembali dijual kepada pihak yang menggunakan alat berat maupun mesin untuk kebutuhan kegiatan tertentu.
Karena itu, Pemkab Murung Raya menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak dapat dimaknai sebagai tudingan bahwa pendulang emas merupakan penyebab utama atau satu-satunya faktor terjadinya kelangkaan Pertalite.
Pemerintah daerah meminta masyarakat melihat persoalan tersebut secara utuh dan tidak hanya berpatokan pada potongan video, kutipan atau narasi yang beredar di media sosial.
Menurut Heriyus, perkembangan teknologi informasi harus diikuti dengan kecermatan masyarakat dalam memilah informasi. Setiap informasi yang belum jelas sumber maupun konteksnya sebaiknya tidak langsung disebarluaskan.
“Mari bersama-sama kita jadikan media sosial sebagai wadah yang konstruktif dengan senantiasa bijak dalam berinteraksi, saringlah informasi dengan cermat, periksalah sumber dan konteksnya secara teliti, sebelum memutuskan untuk membagikannya kepada khalayak luas,” kata Heriyus, Jumat (18/9/2026).
Ia menilai penyebaran informasi yang tidak utuh dapat menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat. Terlebih jika informasi tersebut menyangkut persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemkab Murung Raya pun mengajak masyarakat mengutamakan informasi yang berasal dari pemerintah maupun sumber resmi lainnya ketika ingin mengetahui perkembangan mengenai distribusi BBM dan kondisi kelangkaan di daerah.
Klarifikasi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih proporsional sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang tidak sesuai dengan konteks pembahasan sebenarnya.
Pemerintah daerah juga memastikan persoalan distribusi dan pemanfaatan BBM tetap menjadi perhatian untuk dicarikan solusi bersama, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan distribusi BBM di Murung Raya berjalan lebih tertib. (asp)





