Balanganews.com
Home » Eksekutif » Pemprov Kalteng » Wagub Buka Rakor Peternakan, Kalteng Pacu Swasembada Daging
Pemprov Kalteng

Wagub Buka Rakor Peternakan, Kalteng Pacu Swasembada Daging

Fb Img 1765949176581

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng)  H. Edy Pratowo, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2025, di Aula Jayang Tingang, Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (16/12/2025).

Rakor tersebut membahas tiga program strategis sebagai pilar ketahanan pangan menuju swasembada daging dan industri sawit berkelanjutan di Kalimantan Tengah.

Ketiga program itu meliputi Sistem Integrasi Sapi Sawit (SISKA), Hilirisasi Peternakan Ayam Terintegrasi, serta Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS).

Menyampaikan sambutan Gubernur H. Agustiar Sabran, Wagub Edy Pratowo menjelaskan bahwa Program SISKA dirancang berdasarkan prinsip saling menguntungkan dan berkelanjutan antara perusahaan perkebunan sawit dan peternak.

“Implementasi program ini akan menciptakan ekosistem yang lebih efisien, mengurangi ketergantungan pupuk kimia yang mahal, dan meningkatkan nilai tambah,” jelasnya.

Selanjutnya, terkait Hilirisasi Peternakan Ayam Terintegrasi, Wagub menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian RI akan merealisasikan program tersebut untuk meningkatkan populasi ayam pedaging dan petelur guna mewujudkan target “Setiap Pulau Mandiri Protein”.

“Mendukung Hilirisasi Pengembangan Ayam Terintegrasi, saya minta para Bupati dan Wali Kota dapat mendukung pengembangan budi daya Jagung, pimpinan Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit menyediakan Bungkil Inti Sawit (BIS) untuk bahan baku Pabrik Pakan Ternak,” pinta Gubernur melalui Wagub.

Terkait Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Hewan Menular Strategis, Wagub menekankan pentingnya peran aktif seluruh pihak dalam upaya pengendalian penyakit hewan di Kalimantan Tengah.

“PHMS berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi besar, angka kesakitan atau kematian tinggi, keresahan masyarakat, dan dapat menular ke manusia,” jelas Wagub.

Ia menambahkan, fokus pengendalian PHMS di Kalimantan Tengah diarahkan pada Penyakit Mulut dan Kuku, Demam Babi Afrika, dan Rabies.

Rakor ini menjadi forum strategis untuk memperkuat komitmen dan sinergi lintas sektor dalam memajukan pembangunan peternakan, sekaligus mendukung Asta Cita Presiden serta visi dan misi Gubernur Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Kementerian Pertanian RI, yakni Direktur Pakan serta Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma.

Rakor diikuti oleh Bupati dan Wali Kota se-Kalteng atau perwakilannya, kepala perangkat daerah terkait, pimpinan perguruan tinggi, Kepala Balai Veteriner Banjarbaru, Ketua GAPKI, Ketua GAPENSISKA, serta pimpinan perusahaan perkebunan sawit. (red)

Berita Terkait