BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Tim Pelaksana Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan pengawasan di sejumlah pasar tradisional Kota Palangka Raya guna menjamin stabilitas harga serta keamanan mutu pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Langkah ini merupakan implementasi dari Surat Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan yang diterbitkan pada pertengahan Januari lalu.
Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas RI, Sri Nuryanti, memimpin langsung pemantauan di Pasar Besar dan Pasar Kahayan, didampingi jajaran Ditreskrimsus Polda Kalteng serta instansi terkait di bidang pangan, pertanian, dan perdagangan, Jumat (6/2/2026).
Fokus pengawasan tertuju pada 14 komoditas pangan strategis, mulai dari beras, aneka cabai, hingga daging sapi dan ayam.
Selain memantau fluktuasi harga, tim gabungan yang melibatkan Analis Ketahanan Pangan hingga Pengawas Mutu Hasil Pertanian ini juga memeriksa kondisi fisik bahan pangan untuk memastikan kelayakan konsumsi bagi masyarakat.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalteng, Rendy Lesmana, menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi secara terpadu guna menekan potensi praktik penimbunan maupun permainan harga di tingkat pedagang.
“Sesuai amanat yang diemban dari Kepala Badan Pangan Nasional, Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah siap melakukan koordinasi dengan Ketua Tim Satgas serta bekerja sama dengan seluruh anggota tim Satgas,” ujar Rendy.
Ia berharap melalui pengawasan rutin yang melibatkan unsur kepolisian dan Perum Bulog ini, stabilitas harga pangan di wilayah Kalimantan Tengah tetap terjaga, khususnya saat memasuki momen perayaan Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri.
Dalam pelaksanaannya, Satgas Saber mengedepankan pendekatan persuasif melalui edukasi kepada para pedagang. Kendati demikian, tim tetap bersiaga melakukan tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran harga yang melampaui ketentuan atau peredaran pangan yang membahayakan kesehatan masyarakat.
Kehadiran Satgas di lapangan diharapkan dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kalimantan Tengah dalam memenuhi kebutuhan pokok harian, sekaligus memastikan rantai distribusi pangan berjalan transparan dan berkeadilan. (asp)





