PAN Kalteng Tegaskan Isu Serang Zulkifli Hasan Hoaks, Sebut Fitnah Keji

Sekretaris DPW PAN Kalteng, Noorkhalis Ridha

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan bahwa narasi yang menyerang Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), merupakan informasi bohong atau hoaks.

Isu tersebut dinilai sengaja disebarkan oleh pihak tertentu untuk membentuk opini menyesatkan di tengah masyarakat.

Sekretaris DPW PAN Kalteng, Noorkhalis Ridha, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dan konfirmasi langsung ke tingkat pusat guna memastikan validitas informasi yang beredar di media sosial tersebut.

“Kami sudah konfirmasi ke DPP PAN, dan itu murni hoaks. Kami mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak memiliki sumber jelas,” kata Ridha, Rabu (22/4/2026).

Ridha, yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Palangka Raya, menilai penyebaran konten provokatif tersebut mencerminkan praktik politik yang tidak sehat. Menurutnya, serangan personal sering kali menjadi alat ketika adu gagasan tidak lagi berjalan.

Menyikapi hal tersebut, Barisan Muda (BM) PAN telah melaporkan sejumlah akun media sosial ke Polda Metro Jaya terkait unggahan narasi hoaks yang menyerang Zulkifli Hasan dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan.

DPW PAN Kalteng menyatakan dukungan penuh atas langkah hukum tersebut.

“Ini bukan lagi sekadar hoaks biasa. Ada indikasi kuat upaya pembunuhan karakter. Karena itu, kami mendukung langkah DPP BM PAN untuk menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat,” tegas Ridha.

Ia menambahkan bahwa seluruh kader di Kalimantan Tengah tetap solid di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan.

Ridha juga mengingatkan masyarakat, terutama generasi muda, untuk mempraktikkan literasi digital agar tidak terjebak dalam skenario perpecahan bangsa melalui manipulasi digital.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial serta tidak ikut menyebarkan konten yang belum terverifikasi, sehingga tidak menimbulkan berita hoaks,” pungkasnya.

Sebagai informasi, laporan resmi BM PAN menyoroti manipulasi gambar dan video dengan narasi menyesatkan yang menyebut ‘Tugas rakyat hanya satu yaitu bayar pajak! Tidak seharusnya ikut campur urusan pemerintahan!’.

BM PAN menegaskan narasi tersebut 100 persen hoaks dan bertujuan mendiskreditkan Zulkifli Hasan di mata publik, padahal selama ini ia konsisten menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. (asp)