Gubernur Dorong NU Kalteng Jadi Pengayom Umat dan Mitra Strategis Pemerintah

Img 20260216 Wa0012

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, menegaskan peran vital Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pilar penjaga akidah dan kedaulatan bangsa.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi Konferensi Wilayah (Konferwil) XIII NU Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (14/2/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi NU yang selama ini konsisten menjadi mitra strategis pemerintah daerah, terutama dalam merawat keharmonisan dan persatuan di Bumi Tambun Bungai.

“Sejak berdiri, NU telah menegaskan diri sebagai penjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah serta mitra strategis dalam menjaga keutuhan bangsa dan NKRI,” ujar Agustiar Sabran.

Gubernur menilai bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut organisasi sebesar NU untuk terus bertransformasi.

Ia berharap melalui forum tertinggi tingkat provinsi ini, NU Kalteng mampu melahirkan gagasan-gagasan besar yang bersentuhan langsung dengan kemaslahatan masyarakat luas.

“Melalui Konferwil ini, mari kita susun program kerja yang profesional dan keputusan strategis untuk memperkuat peran NU sebagai pengayom umat di Kalimantan Tengah,” tegas orang nomor satu di Kalteng tersebut.

Agustiar juga menitikberatkan bahwa keberhasilan pembangunan di Kalimantan Tengah tidak lepas dari dukungan spiritual dan sosial yang diberikan oleh para ulama dan warga Nahdliyin.

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan ulama terus diperkuat demi mewujudkan Kalteng yang semakin maju dan berdaya saing.

Senada dengan visi Gubernur, Ketua Rois Syuriah PWNU Kalteng, Chairuddin Halim, menegaskan komitmen organisasi untuk sejalan dengan pemerintah dalam menjaga kedaulatan.

“NU menjaga paham Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dalam akidah, ibadah, dan muamalah, sekaligus berkomitmen mempertahankan kedaulatan negara serta empat pilar kebangsaan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Kalteng, Wahyudie F. Dirun, menambahkan bahwa Konferwil ini merupakan bentuk pertanggungjawaban sekaligus momentum untuk memilih kepemimpinan baru yang mampu mengimplementasikan harapan-harapan strategis yang telah disampaikan oleh Gubernur.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, yang mendukung arahan Gubernur dengan menekankan pentingnya digitalisasi organisasi.

Gus Yahya meminta jajaran NU di daerah untuk memperkuat tata kelola melalui platform digital seperti Digdaya agar gerak organisasi menjadi lebih efektif dalam melayani umat di era perubahan global. (asp)