BALANGANEWS, PANGKALAN BUN – Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Chef de Mission (CdM) Meeting II di Aula Kantor Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Pangkalan Bun, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh masing-masing tim delegasi dari total 32 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan. Kemudian juga pengurus KONI Kalteng dan KONI masing-masing kabupaten/kota.
Pelaksanaan CdM Meeting II ini merupakan bagian dari tahapan persiapan akhir dari tuan rumah, yang dilanjutkan dengan pemaparan dari Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Kotawaringin Barat serta peninjauan lapangan.
Hasil peninjauan dan pemaparan tersebut direncanakan akan diplenokan pada keesokan harinya.
Ketua Harian KONI Kalteng, yang juga Sekretaris PB Porprov Kalteng, Hasanuddin Noor, menjelaskan bahwa agenda pleno tersebut bertujuan untuk merumuskan regulasi serta menilai kelayakan sarana dan prasarana venue pertandingan.
“Diplenokan adalah untuk mencari regulasi dalam sarana venue itu layak dan tidak layaknya untuk di pertandingan dalam Porprov ke-XIII di Kobar khususnya di Pangkalan Bun,” ujar Hasanuddin.
Sementara itu, Wakil Ketua PB Porprov Kalteng, Ilham Busra, yang mewakili Ketua PB Porprov Linae Victoria Aden, menyampaikan bahwa pertemuan ini krusial untuk menyelaraskan berbagai aspek teknis persiapan cabor serta penetapan venue yang masih memerlukan penyesuaian.
“Chef de mission ini untuk tujuan, tadi sesuai disampaikan oleh Pak Ketua Harian Koni adalah mensinkronkan khususnya terkait dengan venue, apakah ada kekurangan dan lain-lain, jadi disinilah penetapannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ilham menegaskan bahwa pihaknya mengusung tiga prinsip utama dalam menyukseskan gelaran olahraga provinsi tahun ini sesuai dengan arahan Gubernur, yaitu sukses perencanaan, sukses pelaksanaan dan sukses dalam laporan dalam hal pertanggungjawaban.
Sebagai tuan rumah, Pemkab Kobar menegaskan komitmennya untuk menyukseskan gelaran akbar ini melalui tiga sukses utama, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses ekonomi.
Wakil Bupati Kobar, Suyanto, menekankan bahwa sukses penyelenggaraan mencakup ketepatan waktu dan kelancaran agenda. Mengingat beberapa cabor akan memulai pertandingan lebih awal sebelum pembukaan resmi pada 28 November, koordinasi lintas sektoral menjadi harga mati.
Pihaknya juga mengimbau panitia lokal dan provinsi untuk terus berkomunikasi aktif dan menghindari publikasi yang tidak berdasar jika menemui kendala di lapangan.
“Kemudian, kami juga mencoba ketika sebagai tuan rumah mengedepankan pelayanan yang paling baik. Intinya, panitia dari provinsi, kami ulangi, mohon untuk dapat berkomunikasi dengan panitia lokal kalau ada masalah,” tegas Suyanto.
Di bidang prestasi, ajang ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi pengurus cabang olahraga untuk melahirkan atlet-atlet terbaik serta memecahkan rekor baru yang siap didorong ke kancah nasional maupun internasional.
Sementara itu, dari sisi ekonomi, perhelatan Porprov Kalteng XIII diproyeksikan mampu menggeliatkan perekonomian daerah.
Lonjakan tingkat okupansi hotel serta perputaran roda UMKM, khususnya sektor kuliner di Pangkalan Bun dan sekitarnya, diyakini akan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.
Menutup rangkaian persiapan, PB Porprov juga memprioritaskan faktor keamanan, keselamatan atlet, serta kesiapan fasilitas pendukung seperti transportasi dan standby tim kesehatan di setiap venue pertandingan guna memastikan penanganan cepat (quick response) atas segala situasi darurat.
“Kemudian di tempat pertandingan harus standby tim kesehatan. Ini juga bagian dari penting dan jauh lebih penting. Sehingga ketika ada masalah-masalah yang terjadi di lapangan, kita secara quick response dapat dilakukan dengan segera dan baik,” tandasnya. (asp)





