Pemprov Kalteng Gunakan Mesin EDC untuk Transparansi Bantuan Huma Betang Sejahtera

19022026020912 1

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memastikan penyaluran bantuan sosial Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) lebih akuntabel dengan penggunaan teknologi mesin Electronic Data Capture (EDC).

Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana, menjelaskan bahwa penerapan teknologi ini merupakan instruksi langsung untuk menjamin bantuan sampai ke tangan yang berhak tanpa celah manipulasi.

Hal tersebut disampaikannya dalam Sosialisasi Program KHBS di Aula Serba Guna Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Rabu (18/2/2026).

“Penggunaan mesin EDC bertujuan memastikan proses klaim dan pencairan bantuan berjalan transparan serta terdokumentasi. Petugas penyalur memanfaatkan mesin ini untuk layanan klaim Bantuan Kartu Huma Betang Sejahtera kepada Keluarga Penerima Manfaat,” jelas Rangga.

Rangga memaparkan bahwa mesin EDC yang disiapkan bukan sekadar alat transaksi biasa, melainkan instrumen pengawasan yang canggih. Perangkat ini dirancang khusus untuk mengelola berbagai jenis bantuan dalam satu sistem terintegrasi.

Menurutnya, mesin EDC tersebut dilengkapi fitur untuk menampilkan jenis bantuan, mencairkan dana, mencatat log transaksi, serta memiliki kemampuan untuk memblokir kartu jika ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan atau kehilangan.

“Setiap transaksi tercatat dalam sistem, sehingga memudahkan pemantauan dan pengawasan penyaluran bantuan di lapangan,” ungkap Rangga menekankan aspek pengawasan digital.

Selain aspek transparansi, penggunaan mesin EDC juga menjawab tantangan validasi data di lapangan yang selama ini sering menjadi kendala dalam penyaluran bansos konvensional.

Rangga menambahkan bahwa fitur pemindaian kartu pada mesin tersebut menjadi garda terdepan dalam memastikan validitas penerima.

Langkah ini diambil agar setiap bantuan yang keluar benar-benar diterima oleh warga yang identitasnya telah terverifikasi dalam sistem database kemiskinan daerah.

“Dengan pemindaian kartu dan pencatatan digital, penyaluran menjadi lebih akuntabel dan risiko kesalahan dapat diminimalkan,” imbuh Rangga.

Penerapan teknologi EDC ini diharapkan menjadi standar baru dalam pelayanan publik di Kalimantan Tengah, di mana integrasi antara data sosial dan teknologi informasi dapat menciptakan sistem distribusi yang bersih, cepat, dan tepat sasaran.

Dengan sistem log transaksi yang terekam secara otomatis, Pemerintah Provinsi dapat mengevaluasi distribusi bantuan secara real-time di seluruh pelosok Bumi Tambun Bungai. (asp)