Pergerakan Mudik Hari Raya Diprediksi Turun, Pemprov Kalteng Tetap Siaga Penuh

Img 20260307 Wa0010
Plt Sekda Kalteng, Leonard S. Ampung. (Foto: MMC Kalteng)

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memprediksi adanya penurunan tren pergerakan masyarakat pada masa mudik Idulfitri tahun 2026 sebesar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, seluruh pihak terkait ditekankan untuk tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan guna menjamin keselamatan pemudik.

Hal tersebut ditegaskan oleh Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Leonard S. Ampung, saat mewakili Gubernur Agustiar Sabran dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Telabang 2026 di Aula Arya Dharma Mapolda Kalteng, Kamis (5/3/2026).

“Kita harus mengantisipasi potensi lonjakan pergerakan penumpang pada masa mudik dengan menyiapkan langkah pengamanan dan pelayanan secara optimal,” tegas Leonard di hadapan jajaran pimpinan lintas sektoral.

Menurut Leonard, meskipun secara statistik terdapat penurunan tipis, karakteristik Hari Raya Idulfitri tetap memicu mobilitas massa yang masif.

Hal ini memerlukan manajemen pengamanan yang presisi untuk menghindari penumpukan di titik-titik krusial, baik di jalur transportasi maupun objek wisata.

“Idulfitri bukan sekadar ibadah rutin, tetapi momentum meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk mudik maupun berwisata di Kalimantan Tengah,” tuturnya.

Dalam forum koordinasi tersebut, Leonard juga menginstruksikan seluruh instansi untuk memperkuat sinergi tanpa sekat birokrasi.

Ia menitikberatkan pada kesiapan infrastruktur, ketersediaan energi, hingga fasilitas kesehatan yang harus siap sedia sepanjang waktu bagi para pemudik yang melintasi Bumi Tambun Bungai.

“Hilangkan ego sektoral dan pastikan masyarakat yang pulang ke kampung halaman merasa aman, nyaman, dan terlayani dengan baik. Kesiapan jalan, stabilitas bahan pokok dan BBM, layanan kesehatan 24 jam di jalur mudik, serta semangat Huma Betang untuk menjaga toleransi dan kerukunan harus dijaga,” pungkasnya.

Operasi Ketupat Telabang 2026 ini diharapkan menjadi instrumen efektif dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas dan menjaga kondusivitas wilayah, sehingga penurunan angka pergerakan masyarakat sebanding dengan peningkatan kualitas keamanan dan kenyamanan bagi warga Kalimantan Tengah. (asp)