Momentum Evaluasi dan Perumusan Program Kerja

302d51ac C8f2 4693 86e2 Fcdba8b9d928

Muara Teweh – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Barito Utara kini tengah memasuki babak baru melalui pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati H. Shalahuddin ini dipusatkan di Aula SMPN 1 Muara Teweh. Fokus utama dari pertemuan besar ini adalah melakukan peninjauan kembali terhadap kinerja organisasi selama periode sebelumnya.

Bupati H. Shalahuddin dalam sambutannya menegaskan bahwa Muscab adalah wadah evaluasi yang paling efektif. Segala pencapaian maupun kekurangan pada masa bakti yang lalu harus dibahas secara transparan. Hal ini bertujuan agar pengurus periode berikutnya tidak mengulangi kendala yang sama dan bisa meningkatkan prestasi yang sudah ada.

Selain evaluasi, perumusan program kerja untuk masa depan menjadi agenda yang tidak kalah penting. Bupati menginginkan adanya program-program inovatif yang bisa menarik minat generasi muda untuk aktif berorganisasi. Program kerja yang disusun haruslah aplikatif dan mampu menjawab kebutuhan anggota Pramuka di tingkat gugus depan.

H. Shalahuddin juga mengingatkan agar setiap program yang dirumuskan tetap berpijak pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerakan Pramuka. Kepatuhan terhadap aturan organisasi menjadi kunci agar program berjalan secara sistematis. Peserta Muscab diminta untuk berdiskusi secara mendalam mengenai target-target capaian ke depan.

Melalui Muscab ke-10 ini, diharapkan lahir peta jalan (roadmap) yang jelas bagi pengembangan Pramuka di seluruh kecamatan se-Barito Utara. Evaluasi yang jujur akan menghasilkan strategi yang tepat sasaran. Bupati percaya bahwa dengan perencanaan yang baik, Kwarcab Barito Utara akan semakin solid dan profesional.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh perwakilan Kwartir Daerah (Kwarda) Kalimantan Tengah yang memberikan pendampingan teknis. Kehadiran Majelis Pembimbing Ranting dan para pembina Pramuka menambah bobot diskusi dalam forum evaluasi ini. Semangat untuk berbenah diri menjadi nafas utama dalam pembukaan kegiatan tersebut.