BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Tengah (Kalteng) memperketat pengawasan keselamatan transportasi sungai menyusul adanya kunjungan puluhan warga negara asing (WNA) yang melintasi Dermaga Kereng Bangkirai menuju Camp LAHG pada 21–22 April 2026.
Kegiatan yang difasilitasi oleh UPA CIMTROP (Centre for International Co-Operation in Sustainable Management of Tropical Peatland) tersebut melibatkan 16 unit kapal klotok ponton yang membawa 42 wisatawan mancanegara serta sekitar 80 orang tim pendukung.
Sebagai instansi yang memegang kewenangan pengelolaan dermaga, Dishub Kalteng telah menyiagakan personel di lapangan untuk memastikan standar operasional keselamatan pelayaran terpenuhi secara optimal.
Pengawasan mencakup kesiapan sarana pendukung hingga ketersediaan perlengkapan keselamatan di atas kapal.
Kepala Dishub Provinsi Kalteng, Yulindra Dedy, menegaskan komitmennya untuk menjamin keamanan dan kenyamanan bagi para tamu internasional tersebut.
“Sebagai pengelola dan pengawas di Dermaga Kereng Bangkirai, kami memastikan seluruh aspek keselamatan pelayaran terpenuhi. Mulai dari kesiapan armada, kelengkapan alat keselamatan, hingga pengamanan di kawasan pelabuhan, semuanya kami siapkan secara optimal demi menjamin keamanan dan kenyamanan tamu,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Langkah antisipatif ini mencakup pengecekan ketersediaan jaket pelampung (life jacket) bagi seluruh penumpang di atas kapal klotok ponton.
Yulindra menambahkan, ketegasan dalam pengawasan ini sangat krusial karena menyangkut reputasi daerah dalam melayani kunjungan internasional.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum promosi wisata daerah, tetapi juga menunjukkan kesiapan Kalimantan Tengah dalam menerima kunjungan internasional dengan standar keselamatan yang baik,” tambahnya.
Melalui pengawasan ketat ini, Pemprov Kalteng berharap seluruh rangkaian kegiatan wisata maupun penelitian di kawasan Kereng Bangkirai ke depan dapat terus berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (asp)





