BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026.
Pertemuan ini menjadi forum krusial untuk mengevaluasi kinerja sekaligus memperkuat intervensi terpadu guna mengejar target prevalensi stunting sebesar 18,80 persen pada tahun ini.
Ketua TP PKK Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, membuka kegiatan tersebut mewakili Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur setempat, Rabu (29/4/2026).
Pada kesempatan itu, Thisia menyatakan bahwa Rakorda ini merupakan momentum strategis untuk menyelaraskan langkah pemerintah daerah dengan program prioritas nasional.
“Saya menyambut baik pelaksanaan Rakorda ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam mendukung program prioritas nasional, sekaligus mewujudkan visi Kalteng Berkah, Kalteng Maju menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Thisia Aisyah menekankan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tertuang dalam RPJMD 2025–2029.
Dia menyebut stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi menyangkut kualitas hidup dan daya saing daerah di masa depan.
Berdasarkan data, prevalensi stunting di Kalteng menunjukkan tren penurunan yang positif, yakni dari 27,4 persen pada 2021 menjadi 22,1 persen pada 2024. Namun, Aisyah mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih besar, terutama dalam mencapai target 18,80 persen pada 2026.
“Capaian ini patut disyukuri, namun perlu upaya yang lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, Pemprov Kalteng mengandalkan program Bangga Kencana yang berfokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Sejumlah inovasi daerah seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), hingga Program Makan Bergizi Gratis terus diperkuat di seluruh kabupaten/kota.
Senada dengan hal itu, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Linae Victoria Aden, menekankan pentingnya akurasi data dalam setiap intervensi.
Ia meminta seluruh pemangku kepentingan untuk memonitor 31 indikator layanan secara ketat guna mengidentifikasi kendala di lapangan secara cepat.
“Penurunan ini patut disyukuri, namun dengan target 18,8 persen pada 2026, diperlukan upaya yang lebih optimal,” ungkap Linae Victoria Aden.
Rakorda ini juga diisi dengan penilaian kinerja stunting tahun 2025 serta penyerahan penghargaan kepada pemerintah kabupaten/kota yang telah merampungkan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) 2025–2029.
Melalui koordinasi ini, Pemprov Kalteng optimis mampu menciptakan sinergi yang lebih solid untuk mencetak generasi bebas stunting menuju Indonesia Emas. (asp)





