Genjot PAD, Dinas ESDM dan BPKP Kalteng Petakan Optimalisasi Sektor Energi

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalteng untuk memperkuat strategi pengawasan dan optimalisasi penerimaan daerah.

Sinergi ini bertujuan memastikan potensi besar di sektor energi dan sumber daya mineral dapat dikonversi menjadi pendapatan nyata bagi daerah.

Hal tersebut ditegaskan Plt Kepala Dinas ESDM Kalteng, Sutoyo, pada pertemuan strategis yang digelar di Kantor Dinas setempat, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut juga merupakan bagian dari upaya intensif pemerintah daerah dalam memacu peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sinergi DESDM dan BPKP diharapkan mampu mengubah potensi menjadi penerimaan nyata demi pembangunan Kalimantan Tengah yang lebih maju,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Sutoyo menjabarkan tiga fokus utama yang menjadi sasaran optimalisasi.

Pertama, pada sektor pertambangan, pemerintah akan fokus pada optimalisasi opsen pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) serta validasi data produksi untuk mencegah terjadinya kebocoran potensi pajak.

Kedua, di sektor ketenagalistrikan, Dinas ESDM mencatat adanya tren peningkatan Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Sendiri (IUPTLS). Terkait hal ini, kontribusi fiskal dari sektor tersebut perlu dipetakan lebih jelas agar memberikan dampak signifikan bagi kas daerah.

Fokus ketiga adalah pada sektor air tanah. Dinas ESDM berkomitmen memperkuat pengawasan agar pemanfaatan air tanah oleh pelaku industri tetap terukur sesuai regulasi dan memiliki nilai ekonomi yang memberikan kontribusi terhadap daerah.

Melalui pendampingan dari BPKP, Dinas ESDM Kalteng optimistis tata kelola sektor energi akan semakin akuntabel.

Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan angka pendapatan, tetapi juga menjamin transparansi dalam pengelolaan sumber daya alam di Bumi Tambun Bungai. (asp)