Tingkatkan Nilai Tambah, Disdagperin Kalteng Pacu Inovasi Olahan Pangan Lokal

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar pelatihan diversifikasi produk olahan makanan ringan dan teknik pengemasan bagi pelaku usaha mikro.

Langkah ini merupakan strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Bapelkes Provinsi Kalteng ini dibuka secara resmi oleh Kepala Disdagperin Kalteng, Norhani, Selasa (28/4/2026).

Pelatihan ini diikuti oleh 55 peserta asal Kota Palangka Raya yang terbagi dalam kelas diversifikasi olahan pangan dan kelas teknik pengemasan produk.

Dalam sambutannya, Norhani menegaskan bahwa penguatan potensi pangan lokal merupakan bagian dari strategi besar untuk mewujudkan sistem pangan nasional yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada komoditas impor.

“Potensi Indonesia sebagai negara megabiodiversitas menjadi modal utama dalam mendukung transformasi sistem pangan. Sumber daya alam yang melimpah termasuk umbi-umbian, jagung, sagu dan aneka kacang-kacangan memiliki nilai gizi tinggi dan dapat menjadi pilihan konsumsi masyarakat yang lebih sehat dan beragam,” ujar Norhani.

Selain fokus pada pengolahan bahan baku, Norhani menyoroti pentingnya aspek visual dan keamanan produk melalui pengemasan yang modern.

Menurutnya, inovasi dan kreativitas dalam mengemas produk menjadi faktor penentu agar produk lokal tidak kalah bersaing dengan produk manufaktur besar.

“Kemasan produk saat ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga sebagai identitas dan daya tarik utama bagi konsumen. Sehingga pemahaman tentang desain kemasan, informasi produk, hingga standar keamanan pangan menjadi sangat penting bagi pelaku usaha Industri Kecil dan Menengah,” tegasnya.

Melalui pelatihan yang dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2026 ini, Disdagperin Kalteng berharap lahir wirausahawan baru yang mampu memanfaatkan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Komitmen ini selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam menjadikan sektor industri sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan keluarga di Kalimantan Tengah. (asp)