BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menghadiri perayaan Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang dirangkaikan dengan HUT ke-46 Integrasi Kaharingan-Hindu Provinsi Kalteng.
Dalam momentum tersebut, Gubernur menekankan pentingnya menjaga persatuan sebagai modal utama pembangunan di Bumi Tambun Bungai.
Kegiatan yang berlangsung di Wantilan Pura Pitamaha Padma Bhuana, Palangka Raya, Rabu (29/4), ini menjadi sarana mempererat tali persaudaraan lintas agama dan budaya.
Gubernur menyatakan, bahwa keberagaman yang dimiliki Kalimantan Tengah merupakan kekayaan yang harus dijaga dengan semangat Huma Betang.
“Melalui momentum ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan bersama-sama membangun Kalimantan Tengah yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera,” tutur Agustiar Sabran.
Terkait tema perayaan “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga”, Gubernur menilai pesan tersebut sangat relevan dengan kearifan lokal masyarakat Dayak.
Menurutnya, konsep Satu Bumi menuntut tanggung jawab kolektif dalam menjaga kelestarian alam, sementara Satu Keluarga menghapus sekat perbedaan keyakinan.
“Satu Bumi: mengingatkan kita bahwa kita semua berpijak di tanah yang sama. Kita memiliki tanggung jawab kolektif untuk menjaga alam Kalimantan Tengah agar tetap lestari bagi anak cucu kita, sedangkan Satu Keluarga: Menegaskan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah sekat, melainkan kekayaan,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng pun menyatakan komitmen berkelanjutan dalam mendukung pembangunan bidang keagamaan.
Gubernur berharap umat Hindu Kaharingan dapat terus menjadi pelopor dalam merajut kerukunan dan menjaga eksistensi nilai-nilai luhur adat di tengah arus modernisasi.
“Teruslah berkontribusi positif bagi kemajuan ekonomi dan sosial di Kalimantan Tengah. Jaga nilai-nilai luhur adat Dayak yang selaras dengan ajaran Hindu-Kaharingan agar tidak tergerus zaman,” tandas Gubernur.
Acara ini turut dihadiri oleh Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, unsur Forkopimda Kalteng, Ketua DPRD Kalteng, Ketua Umum PHDI Pusat, tokoh lintas agama, serta ribuan umat Hindu Kaharingan yang memadati area pura dengan penuh khidmat. (asp)





