Alumni Latsar CPNS Kalteng Diminta Jadi Agen Perubahan Birokrasi

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Sebanyak 277 peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Gelombang V Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Tahun 2026 resmi dinyatakan lulus.

Para aparatur muda ini kini memikul tanggung jawab besar untuk menjadi motor penggerak transformasi pelayanan publik yang lebih adaptif dan profesional.

Penutupan kegiatan tersebut dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalteng, Sunarti, yang hadir mewakili Gubernur Agustiar Sabran di Aula BPSDM Provinsi setempat, Jumat (8/5/2026).

Dalam sambutannya, Sunarti menegaskan bahwa Latsar bukan sekadar formalitas administratif untuk memenuhi syarat menjadi PNS 100 persen, melainkan momentum krusial dalam pembentukan karakter.

“Saudara-saudara tidak sedang dilatih menjadi pegawai biasa. Saudara sedang ditempa untuk menjadi pelayan publik yang profesional, berintegritas, dan tahan terhadap tekanan sistem birokrasi yang kompleks,” ujar Sunarti.

Ia menambahkan, di tengah era transformasi digital, para ASN baru dituntut untuk membawa inovasi guna merevitalisasi sistem pemerintahan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Alumni Latsar harus mampu membawa inovasi, bukan sekadar menjalankan rutinitas, serta merevitalisasi sistem, bukan hanya menjalankan sistem yang salah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Kalteng, Nunu Andriani, menjelaskan bahwa pelatihan yang berlangsung sejak 23 Februari hingga 8 Mei 2026 ini bertujuan membentuk PNS yang berkarakter, disiplin, dan beretika sesuai peran ASN dalam NKRI.

Peserta Gelombang V ini terdiri dari perwakilan instansi yang beragam, yakni KPU Kalteng sebanyak 84 orang, Universitas Palangka Raya 79 orang, Kabupaten Barito Selatan 83 orang, dan Kabupaten Kotawaringin Barat 31 orang.

“Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, seluruh peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan 6, 7 dan 8 serta Golongan III Angkatan 24, 25, 26 dan 27 yang berjumlah 277 orang dinyatakan lulus,” pungkas Nunu.

Kelulusan ini didasarkan pada evaluasi komprehensif yang meliputi akademik, rancangan serta pelaksanaan aktualisasi, sikap perilaku, hingga kompetensi teknis bidang. (asp)