BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan ketahanan energi di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam kondisi yang sangat prima.
Guna menjawab kekhawatiran masyarakat terkait antrean kendaraan, Pertamina menegaskan bahwa jutaan liter stok Bahan Bakar Minyak (BBM) telah disiagakan di jalur distribusi.
Executive General Manager (EGM) Regional Kalimantan, Isfahani, mengungkapkan bahwa ketersediaan stok di tangki penyimpanan saat ini berada pada level yang sangat aman, bahkan sanggup mencukupi kebutuhan hingga belasan hari ke depan.
“Pertamax hari ini tersedia 1.172.000 liter, kemudian pertalite tersedia lebih dari 3.300.000 liter untuk Kalteng. Kemudian bio solar juga di 2.179.000 kilo liter dengan coverage days (ketahanan pasokan) minimal 11 hari,” papar Isfahani saat memberikan keterangan resmi di Palangka Raya, Jumat (9/4/2026).
Ia menjelaskan, kekuatan stok ini didukung oleh sistem distribusi terintegrasi melalui Terminal BBM Pulang Pisau yang diperkuat dengan skema cadangan Regular Alternative Emergency (RAE) dari Terminal BBM Banjarmasin.
Dengan skema tersebut, pasokan ke wilayah Kalteng, khususnya Palangka Raya, dipastikan tidak akan terputus.
Sebagai langkah antisipasi mengurai antrean yang terjadi belakangan ini, Isfahani juga telah memerintahkan seluruh SPBU di Kota Palangka Raya untuk bersiaga penuh melayani masyarakat.
“Alhamdulillah, beberapa yang akan dan sedang kami laksanakan saat ini adalah dalam mengatasi kondisi antrean dan tingginya permintaan pembelian BBM di wilayah Kalimantan Tengah adalah dengan menyiagakan dan mengoperasikan seluruh SPBU secara 24 jam,” jelasnya.
“Kami menambahkan juga untuk penguatan tersebut adalah 54 persen mobil tangki yang kita siagakan untuk mendukung kebutuhan pendistribusian di 20 lebih SPBU, di Kota Palangka Raya khususnya,” tambah Isfahani.
Isfahani menegaskan, pihaknya kedepan akan terus memantau kondisi SPBU di Kota Palangka Raya. Ia mengingat masyarakat untuk tidak panik karena kondisi stok BBM di wilayah Kalteng dalam kondisi aman.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak panik karena ketersediaan BBM di wilayah kita ini sangat aman lebih dari 8 hari dan kemudian kita akan mendapatkan pengiriman kembali sesuai dengan perencanaan,” pungkasnya. (asp)





