Jamin Stok Aman di Kalteng, Pertamina Buka SPBU 24 Jam dan Perkuat Armada Distribusi

Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani (kanan), didampingi Area Manager Communication, Relation, dan CSR, Edi Mangun (kiri) saat ditemui di Palangka Raya

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – PT Pertamina Patra Niaga mengambil langkah cepat untuk menormalisasi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya.

Salah satu kebijakan utama yang diambil adalah mengoperasikan seluruh SPBU selama 24 jam penuh serta memperkuat armada pendistribusian di lapangan.

Executive General Manager (EGM) Regional Kalimantan, Isfahani, menegaskan pihaknya telah mengumpulkan seluruh pengusaha SPBU di Palangka Raya untuk menyamakan persepsi dalam menyikapi lonjakan permintaan yang terjadi beberapa hari terakhir.

“Alhamdulillah, beberapa yang akan dan sedang kami laksanakan saat ini adalah dalam mengatasi kondisi antrean dan tingginya permintaan pembelian BBM di wilayah Kalimantan Tengah adalah dengan menyiagakan dan mengoperasikan seluruh SPBU secara 24 jam,” ujar Isfahani, Sabtu (9/5/2026)

Untuk menopang kebijakan tersebut, Pertamina memperkuat jalur suplai melalui terminal BBM Pulang Pisau dan dukungan darurat (Regular Alternative Emergency/RAE) dari terminal BBM Banjarmasin.

Selain itu, kekuatan armada pengangkut juga ditingkatkan secara signifikan.

“Kami menambahkan juga untuk penguatan tersebut adalah 54 persen mobil tangki yang kita siagakan untuk mendukung kebutuhan pendistribusian di 20 lebih SPBU, di Kota Palangka Raya khususnya,” tambahnya.

Berdasarkan data stok produk, Isfahani memaparkan bahwa posisi energi di Kalteng sangat aman.

Stok Pertamax tersedia sebanyak 1.172.000 liter, Pertalite lebih dari 3.300.000 liter, dan Biosolar mencapai 2.179.000 liter dengan ketahanan pasokan atau coverage days minimal 11 hari.

Terkait penyebab antrean, Isfahani menyoroti adanya faktor panic buying. Ia menyebut banyak warga yang ikut mengantre meski kebutuhan pengisiannya tidak mendesak.

“Kita bersama membantu masyarakat untuk tidak panik dalam membeli BBM, karena dalam kondisi panik, seolah-olah masyarakat tidak yakin adanya produk. Tadi saya mendapatkan cerita dari pengusaha SPBU, ada yang antre itu sebenarnya dia hanya membeli Rp7.000 atau hanya ingin mengisi malamnya sambil antre di SPBU. Kami berharap kerjasamanya dari masyarakat untuk membeli sesuai kebutuhan,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan media soal isu pengurangan pasokan, Isfahani menepis anggapan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Pertamina bekerja sebagai operator yang mengatur distribusi berdasarkan integrasi kebutuhan dan ketersediaan di seluruh wilayah Kalimantan secara terintegrasi.

“Stok itu adalah ketersediaan secara umum. Untuk pengurangan itu, kita tidak mengatakan itu pengurangan. Pertamina itu mengatur terhadap kebutuhan dan ketersediaan. Jadi dengan integrasi persediaan tersebut, bisa suatu saat kita menambahkan secara berbeda, tapi tambahan itu bisa bersifat fakultatif,” tegas Isfahani.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebih, mengingat simulasi pengiriman kargo BBM telah terencana secara sistematis guna menjaga stabilitas layanan di seluruh lembaga penyalur. (asp)