Dinas TPHP Kalteng Panen 24 Ribu Ekor Ayam Broiler Sistem Close House

Ketua TP PKK Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran bersama Kepala Dinas TPHP Kalteng Rendy Lesmana meninjau panen ayam pedaging sistem Close House di UPT BPMPPTHMT, Jalan Tjilik Riwut Km. 38 Palangka Raya. (ist)

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA — Dalam upaya memperkuat produksi pangan hewani sekaligus mendukung program ketahanan pangan daerah, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) PKalimantan Tengah (Kalteng) terus mengembangkan inovasi di sektor peternakan melalui kegiatan panen ayam pedaging (broiler) sistem Close House.

Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Rendy Lesmana, meninjau lokasi peternakan bersama Ketua TP PKK sekaligus Tim Pembina Posyandu Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, di UPT Balai Pengujian Mutu Pakan, Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (BPMPPTHMT) yang berlokasi di Apartemen Ayam, Jalan Tjilik Riwut Km. 38, Palangka Raya, Minggu (2/8/2026).

Pada kesempatan ini, Ketua TP PKK Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi terhadap keberhasilan program pengembangan ayam broiler tersebut.

Ia berharap program ini dapat menjadi gerakan usaha yang diadopsi masyarakat, terutama kaum muda dan pensiunan PNS dalam skala lebih kecil melalui dukungan Pemda dan lembaga keuangan daerah guna meningkatkan ekonomi warga.

“TP PKK siap mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mendorong peningkatan konsumsi pangan bergizi, serta pengembangan usaha peternakan skala rumah tangga sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang mandiri, sehat, dan sejahtera,” ujar Aisyah Thisia.

Sementara itu, Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Rendy Lesmana, menyampaikan bahwa pengembangan budidaya ayam pedaging dengan sistem Close House merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan produksi protein hewani, mendukung ketahanan pangan daerah, serta memperkuat ketersediaan pangan asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

“Diharapkan keberhasilan panen ini dapat menjadi motivasi bagi peternak untuk menerapkan sistem pemeliharaan yang lebih efisien, produktif, dan berdaya saing sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan di Provinsi Kalimantan Tengah,“ tutur Rendy Lesmana.

Pada periode pemeliharaan ini, sebanyak 24.000 ekor ayam pedaging berhasil dipanen pada umur 33 hari dengan bobot hidup rata-rata 2 kilogram per ekor. Total produksi yang dihasilkan mencapai sekitar 48 ton bobot hidup.

Capaian ini menjadi bukti bahwa penerapan sistem kandang tertutup (Close House) mampu menciptakan lingkungan pemeliharaan optimal melalui pengaturan suhu, kelembapan, sirkulasi udara, pencahayaan terkontrol, biosekuriti ketat, serta pakan berkualitas.

Apartemen Ayam yang dikelola UPT BPMPPTHMT tidak hanya berfungsi sebagai unit produksi, melainkan juga sarana edukasi, pelatihan, dan demonstrasi teknologi peternakan modern bagi para peternak, pelaku usaha, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

“Melalui fasilitas ini diharapkan semakin banyak peternak yang mampu mengadopsi teknologi budidaya unggas modern guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha,” urai Rendy Lesmana. (asp)