BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus memperluas penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah.
Hingga saat ini, bantuan air bersih yang telah didistribusikan oleh Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mencapai sekitar 1,5 juta liter kepada warga yang mengalami keterbatasan akses air bersih.
Salah satu penerima bantuan, warga RT 010 Desa Ipuh Bangun Jaya, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Kalteng.
“Kami warga RT 010 Desa Ipuh Bangun Jaya, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, telah menerima distribusi bantuan air bersih dari Bapak Gubernur Kalimantan Tengah. Terima kasih Bapak Gubernur Kalimantan Tengah atas bantuan air bersihnya,” tuturnya.
Bantuan serupa juga dirasakan masyarakat Desa Danau Usung. Kepala Desa Danau Usung, Rahmad, menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng karena bantuan tersebut dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.
“Saya atas nama Kepala Desa Danau Usung mengucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah atas bantuan air bersihnya yang sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat kami,” tutur Rahmad.
Penyaluran air bersih menjadi bagian dari langkah Pemprov Kalteng dalam merespons dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah daerah.
Bantuan diarahkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, terutama untuk keperluan sehari-hari.
Sebelumnya, pada 5 September 2026, Pemprov Kalteng kembali mendistribusikan 101.800 liter air bersih ke tujuh wilayah, termasuk Kotawaringin Barat, Palangka Raya, Barito Timur, Barito Utara, Murung Raya, Seruyan dan Kotawaringin Timur.
Di Desa Ipuh Bangun Jaya sendiri saat itu disalurkan 6.000 liter air bersih.
Distribusi air bersih tersebut masih terus dilakukan dan datanya diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga melakukan pemantauan untuk memastikan masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh akses air bersih dapat segera mendapatkan bantuan.
Langkah tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama kondisi kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. (asp)





