BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus memperluas penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
Hingga 15 September 2026, total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 1.733.150 liter.
Pada Selasa (15/9/2026), Pemprov Kalteng kembali menyalurkan 113.700 liter air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Bantuan tersebut menyasar sembilan kabupaten/kota, yakni Barito Utara, Gunung Mas, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, Murung Raya, Katingan, Lamandau, serta Kota Palangka Raya.
Penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. Di Kabupaten Barito Utara, bantuan disalurkan masing-masing 4.000 liter ke Desa Ipu dan Desa Pendreh.
Sementara Kabupaten Gunung Mas menerima 8.000 liter untuk Desa Tumbang Pajangei.
Untuk Kabupaten Kotawaringin Barat, distribusi mencakup Desa Tempayung dan Desa Kadipi dengan masing-masing 12.000 liter.
Kemudian di Kabupaten Seruyan, bantuan diberikan kepada Desa Sembuluh 1 sebanyak 10.800 liter, Desa Terawan 9.600 liter, dan Desa Sembuluh 2 sebanyak 6.900 liter.
Di wilayah lainnya, Kota Palangka Raya menerima 8.000 liter untuk Desa Bereng Bengkel. Kabupaten Kotawaringin Timur mendapatkan bantuan untuk Desa Jaya Karet sebanyak 13.200 liter, sedangkan Desa Parebok, Basawang, dan Kuin masing-masing menerima 2.200 liter.
Sementara itu, Kabupaten Murung Raya memperoleh masing-masing 1.200 liter untuk Desa Sungai Lunuk dan Kelurahan Puruk Cahu Seberang.
Kabupaten Katingan menerima 1.200 liter untuk Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, sedangkan Kabupaten Lamandau mendapat 15.000 liter untuk Desa Bina Bhakti, Kecamatan Sematu Jaya.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menyatakan bahwa Pemprov Kalteng terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang mengalami kekeringan.
“Penyaluran air bersih juga akan diupayakan secara berkelanjutan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan air bersih,” ungkap Agustiar Sabran. (asp)





