Disdagperin Kalteng Dorong Hilirisasi Ikan

Foto bersama Kepala Disdagperin Provinsi Kalteng Norhani serta para peserta kegiatan Pelatihan Pengolahan Ikan di Palangka Raya. (ist)

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) mendorong masyarakat meningkatkan nilai tambah hasil perikanan melalui pengolahan menjadi produk pangan siap jual.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pengolahan Ikan yang digelar di Palangka Raya pada 15–17 September 2026.

Kegiatan yang dibuka Kepala Disdagperin Kalteng, Norhani ini, diikuti 30 peserta dari kelompok ibu-ibu pengajian dan masyarakat yang sebelumnya belum pernah mengikuti pelatihan serupa, Selasa (15/9/2026).

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan keterampilan mengolah ikan menjadi berbagai produk frozen food, seperti nugget, bakso, kaki naga, dan empek-empek.

Norhani mengatakan, potensi perikanan Kalteng perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengolah bahan baku menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Pengolahan ikan merupakan salah satu strategi untuk mentransformasi hasil perikanan yang mudah rusak menjadi produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Karena itu, masyarakat tidak hanya kita dorong mampu memproduksi, tetapi juga mampu menciptakan produk yang berkualitas dan memiliki peluang pasar,” tutur Norhani.

Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Keterampilan yang diperoleh dari pelatihan diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha produktif yang memberikan pendapatan bagi keluarga sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja.

“Peningkatan kapasitas SDM pelaku IKM menjadi bagian penting dalam mendorong percepatan perputaran perekonomian di Kalimantan Tengah. Kita berharap keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi benar-benar dikembangkan menjadi usaha yang produktif, menghasilkan pendapatan bagi keluarga, membuka peluang usaha dan lapangan kerja, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” ungkap Norhani.

Norhani juga mengingatkan pelaku usaha agar tidak hanya berfokus pada kemampuan produksi. Pemahaman terhadap karakteristik konsumen, target pasar, kualitas produk hingga perkembangan tren dinilai penting agar produk olahan ikan mampu bersaing.

“Cari target pasar yang akan dimasuki, kemudian buat produk sesuai dengan target pasar tersebut. Terus ikuti tren dan harus dinamis mengikuti perkembangan, sehingga mampu membaca peluang pasar yang belum banyak dimanfaatkan orang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Industri Disdagperin Kalteng, Simon F. Obos, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya diversifikasi produk dengan memanfaatkan sumber daya perairan Kalteng, baik dari sungai maupun laut.

Ia menyebut sebagian pelaku usaha masih mengandalkan penjualan ikan dalam kondisi segar sehingga masa simpan terbatas dan peluang peningkatan nilai ekonomi melalui pengolahan belum optimal.

“Selama ini kita masih terlalu bergantung pada penjualan ikan dalam bentuk segar. Padahal, tanpa diversifikasi, nilai ekonomi produk perikanan akan tetap rendah, mudah rusak, dan belum memberikan keuntungan maksimal bagi pelaku usaha,” jelas Simon.

Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali pemahaman mengenai inovasi produk dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Hal tersebut diharapkan dapat menghasilkan produk yang berkualitas sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Simon berharap pengembangan produk olahan ikan dapat mengangkat potensi dan kearifan lokal Kalteng sehingga ke depan mampu berkembang menjadi produk unggulan daerah.

“Sinergi sangat penting. Kita tidak hanya bicara soal banyaknya hasil tangkapan, tetapi bagaimana kreativitas dalam hilirisasi mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk kita hingga ke tingkat nasional,” katanya.

Disdagperin Kalteng juga berkomitmen melanjutkan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku IKM melalui penguatan kapasitas produksi, peningkatan standar mutu, inovasi produk, serta pemanfaatan teknologi pengolahan.

Melalui hilirisasi tersebut, hasil perikanan diharapkan tidak hanya dijual sebagai bahan baku, tetapi semakin banyak diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu memperluas peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat. (asp)