BMKG Tjilik Riwut Gelar SLI dan SLCN untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Suasana pembukaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) dan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang diselenggarakan BMKG di Aula Bapperida Provinsi Kalteng.

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut menggelar kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) dan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Aula Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin (26/10/2026).

Kepala Stasiun Meteorologi (Stamet) Tjilik Riwut, Sugiyono menyampaikan, bahwa kegiatan gabungan ini merupakan program perintis nasional dari BMKG yang didukung penuh oleh mitra kerja Komisi V DPR RI.

“Kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) dan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) merupakan program perintis nasional dari BMKG yang didukung penuh oleh mitra kerja kami BMKG yaitu Komisi V DPR RI,” kata Sugiyono.

Ia menjelaskan, SLI dirancang bagi petani dan penyuluh untuk memahami informasi iklim operasional agar mampu menyusun strategi pola tanam, menekan risiko gagal panen, serta menggenjot produktivitas daerah.

Sementara SLCN difokuskan bagi nelayan guna memahami cuaca maritim, kecepatan angin, tinggi gelombang, dan arus laut.

“Melalui pelatihan ini, nelayan dan penyuluh diajarkan memanfaatkan teknologi informasi BMKG untuk mendeteksi lokasi potensi tangkapan ikan atau fishing ground. Prinsip utama kami adalah Nelayan Pergi Melaut dengan Aman dan Pulang Membawa Ikan yang Melimpah,” tambahnya.

Sugiyono menyebutkan, pelatihan ini diikuti sebanyak 85 peserta, terdiri dari 50 petani dan penyuluh serta 35 nelayan.

“Kami berharap output dari kegiatan ini melahirkan duta literasi cuaca dan iklim yang mampu menularkan ilmunya kepada kelompok tani dan nelayan-nelayan di lingkungan mereka,” jelasnya.

Dukungan juga disampaikan Anggota Komisi V DPR RI Dapil Kalteng Muhammad Syauqie melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Abduh Hamid Koli Hobol.

“Kami sungguh berharap bahwa peserta yang hadir di ruangan ini adalah insyaallah kelak menjadi pahlawan-pahlawan pangan di Provinsi Kalimantan Tengah. Karena sektor pertanian dan perikanan baik itu perairan darat maupun laut memiliki peran vital dalam mendukung ketahanan pangan nasional, menyediakan lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian daerah,” kata Abduh Hamid membacakan sambutan.

Ia menegaskan, bahwa program ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam pengembangan ekonomi biru (blue economy).

“Melalui kegiatan ini, negara hadir untuk memberikan bekal ilmu agar informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika tidak hanya berhenti di stasiun pemantau atau aplikasi, melainkan dapat dipahami dan dimanfaatkan langsung oleh Bapak dan Ibu sekalian di lapangan,” tuturnya.

“Kami di Komisi V DPR RI berkomitmen penuh untuk terus mendorong dan mendukung BMKG dalam meningkatkan kualitas layanan informasi, memperkuat sistem peringatan dini, serta memperluas cakupan edukasi seperti ini secara berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalteng dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalteng, Sri Widanarni, menyampaikan apresiasi atas sinergi BMKG dalam mengedukasi sektor riil di daerah.

“Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap informasi cuaca, iklim, dan meteorologi maritim,” kata Sri Widanarni.

Ia menambahkan, pemahaman praktis mengenai iklim sangat dibutuhkan dalam mengantisipasi tantangan perubahan cuaca bagi sektor pertanian dan perikanan di Kalimantan Tengah.

“Kegiatan seperti ini kiranya dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang sebagai ruang belajar, bertukar informasi, berdiskusi, dan berbagi pengalaman,” pungkasnya. (asp)