Balanganews, Palangka Raya – Wakil Ketua I Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Salundik, mengimbau masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring prakiraan musim kemarau 2026 yang datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang.
Menurut Salundik, kondisi tersebut harus diantisipasi melalui langkah-langkah pencegahan yang terencana. Ia menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi upaya mitigasi di lapangan.
“Efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kewaspadaan. Justru diperlukan strategi yang lebih efektif dan tepat sasaran agar upaya pencegahan dapat berjalan optimal,” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan pada tahun ini diperkirakan berada di bawah normal. Awal musim kemarau diprediksi terjadi pada akhir Mei, sedangkan puncaknya diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2026.
Salundik menilai penanganan karhutla perlu difokuskan pada langkah mitigasi sejak dini dengan memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.
“Strategi penanganan harus bergeser pada mitigasi yang tepat sasaran dengan fokus pada pencegahan dini serta memperkuat sinergi antarinstansi, baik pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, dunia usaha, maupun masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan potensi dampak fenomena El Niño yang dapat memperburuk kondisi cuaca kering dan meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
Karena itu, Salundik menekankan pentingnya pengawasan di kawasan rawan karhutla, penguatan koordinasi antarlembaga, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Dengan langkah pencegahan yang dilakukan sejak dini, potensi kebakaran dapat ditekan sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” pungkasnya.
Ia berharap pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus bersinergi dalam upaya pencegahan karhutla sehingga risiko kebakaran selama musim kemarau dapat diminimalkan dan lingkungan tetap terjaga. (asp)





