Sri Ani Rintuh Dorong Orang Tua Dukung Imunisasi Anak Lewat BIAS 2026

Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh
Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Dukungan orang tua dan pihak sekolah dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 di Kota Palangka Raya. Program yang dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat itu diharapkan mampu memperluas perlindungan kesehatan anak sekaligus mencegah penyakit menular sejak dini.

Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, mengajak masyarakat tidak melewatkan program imunisasi tersebut. Menurutnya, pemberian vaksin merupakan langkah preventif untuk menjaga kesehatan anak dan mendukung tumbuh kembang mereka.

“Melalui vaksinasi, sejumlah penyakit menular dapat dicegah. Upaya ini juga menjadi jaminan untuk mewujudkan generasi penerus yang sehat di masa depan,” ujar Sri Ani, Rabu (5/8/2026).

BIAS 2026 mengusung tema “Imunisasi Lengkap, Anak Sehat, Indonesia Kuat”. Sasaran program meliputi peserta didik kelas 1, 2, 5, dan 6 SD/MI, serta kelas 9 SMP/MTs atau sederajat. Pelayanan juga menjangkau siswa di madrasah, Sekolah Luar Biasa (SLB), dan anak usia sekolah yang tidak mengikuti pendidikan formal melalui fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas.

Pelaksanaan imunisasi tahun ini dibagi dalam dua tahap. Pada Agustus 2026, vaksin Measles Rubella (MR) diberikan kepada siswa kelas 1 SD/MI. Sementara itu, vaksin Human Papillomavirus (HPV) dosis pertama ditujukan bagi siswi kelas 5 dan 6 SD/MI serta kelas 9 SMP/MTs atau sederajat.

Tahap berikutnya dijadwalkan pada November 2026, dengan pemberian imunisasi Difteri Tetanus (DT) kepada siswa kelas 2 dan kelas 5 SD/MI.

Sri Ani menilai program tersebut memiliki manfaat jangka panjang bagi kesehatan generasi muda. Imunisasi MR membantu memberikan perlindungan terhadap campak dan rubella, sedangkan vaksin DT ditujukan untuk mencegah difteri dan tetanus. Adapun vaksin HPV menjadi bagian dari upaya pencegahan kanker serviks pada masa mendatang.

Ia berharap orang tua dapat berkoordinasi dengan pihak sekolah dan tenaga kesehatan agar anak-anak yang menjadi sasaran memperoleh imunisasi sesuai jadwal. Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai manfaat vaksin perlu terus ditingkatkan sehingga tidak muncul keraguan yang dapat menghambat pelaksanaan program.

Sri Ani juga mengingatkan pentingnya memastikan informasi mengenai vaksin diperoleh dari sumber kesehatan yang tepercaya. Dengan dukungan keluarga, sekolah, dan pemerintah, pelaksanaan BIAS diharapkan berjalan optimal dan menjangkau seluruh anak yang memenuhi sasaran.

“Vaksin yang diberikan kepada anak-anak sudah dipastikan aman, halal, dan memberikan dampak positif terhadap proses tumbuh kembang mereka,” pungkasnya.(Asp)