Balanganews.com
Home » Nasional » Mahasiswa UNAIR Ajak Warga Bakalrejo Olah Sampah Jadi Eco Enzyme
Nasional

Mahasiswa UNAIR Ajak Warga Bakalrejo Olah Sampah Jadi Eco Enzyme

Img 20260126 Wa0039

BALANGANEWS, LAMONGAN – Sampah bioorganik dari aktivitas memasak dan konsumsi harian masih menjadi penyumbang terbesar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dengan persentase mencapai sekitar 30 persen.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Bakalrejo, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, di mana sampah dapur rumah tangga umumnya masih berakhir sebagai limbah tanpa pengolahan lanjutan.

Merespons persoalan tersebut, Kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) Universitas Airlangga menggelar Lokakarya Pembuatan Eco Enzyme bagi masyarakat Desa Bakalrejo, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis kepada warga dalam mengolah sampah bioorganik menjadi produk ramah lingkungan.

Lokakarya dipimpin oleh mahasiswa Universitas Airlangga, Eleazar Josiah Tirtakusuma dan Alika Fathia Putri.

Penyampaian materi dilakukan secara singkat dan aplikatif, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan eco enzyme bersama peserta.

“Eco enzyme penting karena mengurangi limbah organik, memperbaiki kualitas lingkungan, mendukung kesehatan, menekan biaya rumah tangga, serta menumbuhkan kesadaran warga Desa Bakalrejo terhadap praktik berkelanjutan secara konsisten bersama untuk masa depan bersih,” disampaikan Alika selaku pemateri saat diwawancara mengenai pentingnya eco enzyme dan harapan pelaksanaan kegiatan.

“Harapan kita warga Bakalrejo akan mempraktikkan pembuatan eco enzyme ini sendiri ke depannya,” tambah Alika.

Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi sampah bioorganik, gula merah, dan air. Jika proses berjalan optimal, cairan ini memiliki aroma asam segar dan berwarna cokelat.

Dalam skala rumah tangga, eco enzyme dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, perawatan lingkungan, hingga membantu pengolahan air dan tanah.

Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran 31 peserta yang terdiri dari generasi muda hingga ibu rumah tangga.

Melalui kegiatan ini, warga tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik, tetapi juga mampu mempraktikkan pembuatan eco enzyme secara mandiri di rumah.

Selain didukung PT Forisa Nusapersada sebagai mitra, lokakarya ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, serta SDG 17 terkait kemitraan untuk mencapai tujuan, melalui pengelolaan limbah berbasis masyarakat dan kolaborasi multipihak. (asp)

Berita Terkait