BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng yang dikelola Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Kota Palangka Raya, Kamis (10/9/2026).
Didampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan orangutan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berjalan optimal, sekaligus melihat upaya pemulihan habitat satwa.
Kunjungan Wapres berlangsung di tengah kondisi kabut asap yang sempat menyulitkan pendaratan pesawat. Namun, Gibran tetap melanjutkan agenda dengan membawa serta dokter hewan dan pegiat konservasi satwa dari Jakarta untuk melihat secara langsung kondisi orangutan dan kebutuhan penanganannya.
“Penanganan karhutla harus menyeluruh. Manusia harus terlindungi, tetapi satwa dan habitatnya juga tidak boleh kita abaikan. Saya ingin memastikan kebutuhan perawatan di sini benar-benar terpenuhi,” ujar Wapres.
Di Nyaru Menteng, Gibran meninjau Forest School BOSF yang menjadi lokasi pembinaan 17 orangutan.
Ia juga melihat area Karantina Individu Orangutan, termasuk proses nebulisasi atau pemberian uap untuk membantu menangani satwa yang mengalami gangguan akibat paparan asap.
Sekitar 90 orangutan saat ini menjalani perawatan di sejumlah kandang yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing satwa.
Dalam kunjungan itu, Wapres berdialog dengan dokter hewan, relawan dan tim konservasi untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan perawatan satwa secara langsung.
Untuk mendukung penanganan, Wapres menyerahkan bantuan berupa obat-obatan, bawang bombay dan alat nebulizer yang diperlukan dalam proses perawatan orangutan.
Menurut Gibran, penanganan dampak karhutla terhadap satwa tidak berhenti pada upaya penyembuhan. Pemulihan habitat menjadi bagian penting agar satwa dapat kembali memperoleh lingkungan yang mendukung keberlangsungan hidupnya.
“Perlindungan satwa dan pemulihan lingkungan adalah hal penting yang saling terkait. Termasuk penyembuhan hewan yang terluka serta penyediaan kembali sumber pakan, air dan ekosistem bagi satwa,” tegasnya.
Wapres juga memberikan apresiasi kepada para dokter hewan, relawan, pecinta satwa, yayasan dan seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam penyelamatan serta perawatan satwa terdampak karhutla di Kalimantan Tengah.
“Terima kasih kepada para dokter hewan, pecinta hewan, relawan, yayasan dan seluruh tim yang terus melakukan perawatan untuk melindungi satwa Indonesia. Aksi nyata Bapak Ibu semua sangat berarti,” ungkapny.
Kunjungan tersebut menegaskan bahwa penanganan karhutla di Kalteng tidak hanya diarahkan untuk melindungi masyarakat, tetapi juga menyelamatkan satwa liar dan mempercepat pemulihan ekosistem yang terdampak kebakaran. (asp)





