BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Direktur PT. Investasi Mandiri dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kalteng oleh BD, melalui Kuasa Hukumnya Suriansyah Halim, Selasa (5/12/2023).
Suriansyah Halim melaporkan Direktur PT. Investasi Mandiri berinisial HS dengan dugaan penggelapan berupa menerima pembayaran fee dari PT. Kalimantan Zircon Industri sebesar Rp900 juta lebih.
Dirinya mengatakan, berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham PT. Investasi Mandiri BD merupakan pemegang 500 Lembar Saham dengan total Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
Seiring berjalannya waktu, kata Suriansyah, tanpa sepengetahun kliennya yang merupakan pemegang 500 lembar saham, HS langsung membuat perjanjian kerjasama supply galian komoditas zircon dengan PT. Kalimantan Zircon Industri, yang diwakili HA sebagai Direktur pada hari Rabu tanggal 31 Mei 2023 di Palangka Raya.
“Jadi kita melaporkan HS dengan dugaan penggelapan berupa menerima pembayaran fee dari PT. Kalimantan Zircon Industri sebesar Rp986 juta lebih, yang seharusnya dibayarkan ke PT. Investasi Mandiri,” katanya.
Selain melaporkan Direktur PT. Investasi Mandiri berinisial HS, Suriansyah juga melaporkan 7 orang lainnya dengan dugaan penggelapan dan pemalsuan surat.
Adapun 7 orang tersebut adalah, MEE jabatan Presiden Utama, dan sekaligus Pemegang saham, SR jabatan Direktur, dan sekaligus Pemegang saham, HS jabatan Direktur, CWT jabatan Komisaris Utama, S jabatan Komisaris, SN jabatan Presiden Direktur PT. Andary Usaha Makmur, dan IJ di Notaris Kota Palangka Raya.
Mengenai hal itu, Suriansyah membeberkan, berdasarkan akta berita acara Rapat Umum Pemegang Saham PT. Investasi Mandiri melalui Notaris IJ di Kota Palangka Raya tanggal 17 September 2020, yang dimana BD merupakan pemegang 500 lembar saham dengan total Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
Kemudian tanpa sepengetahun, dan seizin dari kliennya, tambah Suriansyah, yang mempunyai hak sebagai pemegang 500 lembar saham dengan total Rp50 juta langsung dihilangkan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT. Investasi Mandiri.
“Jadi klien kita dihilangkan dari daftar pemegang saham PT. Investasi Mandiri tanpa sepengetahuan klien saya melalui Notaris IJ pada 7 Juli 2023, dan pada tanggal 13 Juli 2023, PT. Investari Mandiri, memiliki Pemegang Saham baru, dan nama kliennya saya dihilangkan,” ungkapnya. (asp)