Angka Kemiskinan Kalteng Turun Menjadi 4,94 Persen

Img 20260206 Wa0011
Kepala BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti. (ist)

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat tren positif penurunan angka kemiskinan di wilayah setempat.

Per September 2025, persentase penduduk miskin di Bumi Tambun Bungai berhasil ditekan hingga ke level 4,94 persen.

Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan indikator perbaikan kesejahteraan masyarakat dibandingkan periode sebelumnya.

Penurunan ini secara langsung mencerminkan adanya peningkatan taraf hidup di sebagian lapisan masyarakat.

“Persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 4,94 persen, menurun 0,25 persen poin terhadap Maret 2025,” ujar Agnes Widiastuti saat menyampaikan rilis di Kantor BPS setempat, Kamis (5/2/2026).

Secara nominal, jumlah penduduk miskin di Kalimantan Tengah per September 2025 tercatat sebanyak 141,75 ribu orang. Angka tersebut menunjukkan penurunan yang cukup berarti jika dikomparasikan dengan data Maret 2025.

“Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 141,75 ribu orang, menurun 6,05 ribu orang terhadap Maret 2025,” jelasnya.

Meski secara akumulatif menurun, Agnes memberikan catatan khusus mengenai disparitas kemiskinan antara wilayah perkotaan dan perdesaan.

Penduduk miskin di perkotaan turun 0,62 persen poin menjadi 4,84 persen, namun di wilayah perdesaan justru mengalami kenaikan tipis sebesar 0,05 persen poin menjadi 5,02 persen.

BPS juga membedah profil Garis Kemiskinan (GK) Kalteng yang kini berada di angka Rp683.664 per kapita per bulan.

Komoditas makanan masih menjadi beban pengeluaran dominan bagi masyarakat miskin dengan kontribusi mencapai 76,94 persen atau setara Rp526.003, sementara kebutuhan bukan makanan hanya menyerap 23,06 persen.

Kabar baik lainnya tercermin dari Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) yang kompak melandai. P1 tercatat turun ke posisi 0,611, sementara P2 juga menunjukkan perbaikan yang signifikan.

“Indeks Keparahan Kemiskinan pada September 2025 sebesar 0,113 menurun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 0,189,” ungkap Agnes.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin di Kalteng kian mendekati ambang Garis Kemiskinan, sekaligus menunjukkan berkurangnya ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin itu sendiri.

Sebagai potret riil di tingkat unit terkecil masyarakat, BPS mencatat rata-rata rumah tangga miskin di Kalimantan Tengah memiliki 4,62 orang anggota keluarga. Hal ini berimplikasi pada standar minimum pendapatan sebuah keluarga untuk dapat keluar dari garis kemiskinan.

“Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga secara rata-rata adalah sebesar Rp3.158.528,00/rumah tangga miskin per bulan,” pungkas Agnes. (asp)