HMI Komisariat Buya Hamka UMPR Resmi Dilantik, Fokus Penguatan Kaderisasi

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Buya Hamka Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) resmi memulai babak baru kepengurusan periode 2026–2027.

Prosesi pelantikan jajaran pengurus serta Korps HMI-Wati (KOHATI) tersebut berlangsung khidmat di Aula HMI Cabang Palangka Raya, Minggu (19/4/2026) malam.

Kepengurusan ini merupakan periode kedua sejak Komisariat Buya Hamka dimekarkan dari Komisariat Ahmad Dahlan pada 2024 lalu.

Meski berstatus sebagai organisasi eksternal kampus, eksistensi HMI di lingkungan UMPR terus berkembang dengan hadirnya dua komisariat aktif.

Dalam prosesi tersebut, Al Muhajirun resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum menggantikan Dwi Listiyantoro, didampingi Rudi Dwi Saputra sebagai Sekretaris Umum.

Sementara itu, tampuk kepemimpinan KOHATI kini dipercayakan kepada Helen Afringga.

Ketua Umum HMI Komisariat Buya Hamka, Al Muhajirun, menegaskan bahwa visi utamanya adalah memperkokoh internal organisasi sekaligus memperluas kontribusi kader bagi lingkungan sosial.

“Kepengurusan ini akan kami jalankan dengan fokus pada penguatan kaderisasi dan konsistensi nilai-nilai HMI, agar kader mampu berperan aktif di tengah masyarakat,” ujar Al Muhajirun.

Ia menilai tantangan besar bagi organisasi hijau-hitam ke depan adalah menjaga relevansi di tengah dinamika sosial yang berubah cepat.

Menurutnya, kader HMI harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata melalui kompetensi yang dimiliki.

Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Umum HMI Komisariat Buya Hamka, Rudi Dwi Saputra, menyoroti aspek profesionalisme dalam menjalankan roda organisasi. Ia berkomitmen untuk membawa manajemen organisasi yang lebih sistematis.

“Kami akan menata manajemen organisasi dengan lebih baik, sekaligus memastikan setiap program memiliki arah yang jelas dan bisa dirasakan manfaatnya,” kata Rudi.

Pelantikan ini juga menjadi momentum konsolidasi bagi KOHATI Komisariat Buya Hamka dalam memperkuat peran kader perempuan sebagai pilar pembinaan di tubuh HMI.

Sebagai organisasi yang memiliki sejarah panjang, kepengurusan baru ini diharapkan tidak sekadar bernostalgia dengan kejayaan masa lalu, melainkan mampu menjadikan HMI sebagai laboratorium pembinaan mahasiswa yang adaptif dan solutif terhadap problematika bangsa. (asp)