Kejar Target EBT 2050, Pemprov Kalteng Garap Potensi Surya di Wilayah Timur

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mematangkan strategi pengelolaan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Sinergi ini difokuskan untuk memetakan potensi wilayah zona timur Kalteng agar mampu bertransformasi menjadi lumbung energi masa depan.

Langkah strategis tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Pengumpulan Data Kajian EBT di Palangka Raya, Senin (20/4/2026).

Sekretaris Dinas ESDM Provinsi Kalteng, Syarippudin, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan upaya serius pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Tim peneliti BRIN memaparkan bahwa kajian ini merupakan tindak lanjut dari usulan Forum Koordinasi Riset dan Inovasi Daerah (FKRID) 2025, yang dirancang untuk mendukung target besar nasional dalam transisi energi.

“Kajian ini selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang berfokus pada terwujudnya kemandirian energi. Hal ini juga menjadi pendorong Kebijakan Energi Nasional untuk mencapai target bauran EBT minimal 23 persen, dan 31 persen pada tahun 2050 mendatang,” jelas perwakilan tim peneliti BRIN.

Menyikapi visi tersebut, Kepala Bidang EBT dan Konservasi Energi DESDM Kalteng, Ferryanson, menyoroti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai instrumen vital dalam memeratakan akses listrik, terutama di wilayah pelosok yang sulit dijangkau jaringan konvensional.

“PLTS hadir sebagai solusi teknologi EBT yang sangat relevan dan APDAL untuk menerangi daerah-daerah yang sedang dalam tahap pengembangan infrastruktur kelistrikan,” tegas Ferryanson.

Ferryanson juga menggarisbawahi bahwa pembangunan infrastruktur fisik harus berjalan beriringan dengan kesiapan masyarakat lokal.

Ia menekankan pentingnya rasa memiliki dari warga penerima manfaat agar fasilitas energi bersih tersebut memiliki daya pakai yang panjang.

“Edukasi masyarakat harus berkesinambungan. Kami mengajak masyarakat untuk terus bergotong royong merawat infrastruktur tersebut, sehingga pasokan energi bersih dapat terus dinikmati secara optimal dan membawa manfaat jangka panjang bagi kemajuan desa,” pungkasnya.

Melalui kemitraan riset bersama BRIN ini, Pemprov Kalteng berharap zona timur tidak hanya menjadi pendukung beban kelistrikan daerah, tetapi menjadi pionir dalam penerapan teknologi hijau di tingkat nasional. (asp)