BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama pemerintah daerah, perbankan, pembudidaya, dan offtaker menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Tahun 2026 melalui pengembangan komoditas buah naga, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah konkret membangun ekosistem ekonomi berbasis potensi lokal yang terintegrasi dari sektor pembiayaan, produksi, hingga pemasaran.
Penandatanganan kerja sama melibatkan Pemerintah Kota Palangka Raya, Lembaga Jasa Keuangan (LJK), pembudidaya buah naga, serta offtaker sebagai mitra penyerap hasil panen.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha.
Kepala OJK Provinsi Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan penetapan buah naga sebagai komoditas unggulan daerah merupakan hasil kajian dan koordinasi yang dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan.
“Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem pengembangan ekonomi daerah dari hulu hingga hilir. Kami berharap pengembangan komoditas buah naga dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” terang Primandanu.
Sebelum pelaksanaan penandatanganan, OJK Kalteng telah melakukan berbagai tahapan penguatan program melalui Focus Group Discussion (FGD), kajian pengembangan komoditas, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), perbankan, dan calon offtaker.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program tersebut, pembiayaan bagi pembudidaya buah naga telah disalurkan oleh BRI sebesar Rp6,5 miliar dan BNI sebesar Rp350 juta.
Selain itu, hasil produksi buah naga lokal juga mulai dimanfaatkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Katingan dengan total pasokan mencapai 440 kilogram.
Ke depan, seluruh pihak berkomitmen memperluas akses pembiayaan, meningkatkan pendampingan kepada petani, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan keberlanjutan program pengembangan komoditas tersebut.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengapresiasi inisiatif OJK dalam mendorong pengembangan potensi unggulan daerah melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai sektor.
“Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mendukung Program Pengembangan Ekonomi Daerah Kalimantan Tengah ini. Penandatanganan kerja sama hari ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan yang berdampak nyata bagi perekonomian daerah,” terang Fairid.
Menurut Fairid, Pemerintah Kota Palangka Raya juga terus mendorong penguatan UMKM dan sektor produktif melalui berbagai program strategis, termasuk rencana pembiayaan berbunga subsidi untuk memudahkan pelaku usaha mengembangkan usahanya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan PKS oleh seluruh pihak terkait serta penyerahan simbolis sebagai tanda dimulainya implementasi Program Pengembangan Ekonomi Daerah Kalimantan Tengah Tahun 2026.
Melalui program ini, OJK Kalteng berharap buah naga dapat menjadi model pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan daya saing produk daerah, memperluas akses pasar dan pembiayaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi. (asp)





