BALANGANEWS, KUALA KURUN – Kepolisian Sektor (Polsek) Rungan bersama pemerintah desa, BUMDes Hapakat I dan masyarakat Desa Batu Puter, Kecamatan Rungan Hulu melakukan panen raya jagung hibrida kuartal I tahun 2026, di lahan ketahanan pangan milik desa setempat luas kurang lebih satu hektare.
Panen ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Rungan Ipda Muhamad Helmi Hakim, S.H, beserta anggota polsek, perangkat desa, BPD, pengurus BUMDes, dan kelompok masyarakat, pada Kamis (21/5/2026).
“Pada lahan seluas satu hektare, berhasil dipanen empat ton jagung hibrida dalam bentuk tongkol,” ucap Kapolres AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K, M.H, melalui Kapolsek Rungan Ipda Muhamad Helmi Hakim, S.H, Jumat (22/5/2026).
Dia mengatakan, berkat perencanaan yang matang, pemilihan bibit hibrida yang unggul, serta perawatan yang konsisten dari petani, hasil panen perdana di kuartal pertama tahun 2026 itu terbilang sangat memuaskan.
“Seluruh pihak bahu-membahu mengumpulkan dan memotong setiap tongkol jagung yang menguning. Panen ini sukses, produktif dan penuh semangat kebersamaan,” terangnya.
Dia menyampaikan, pelaksanaan panen tersebut menjadi bukti nyata sinergitas kuat antara aparat keamanan, pemerintah desa, BUMDes, dan petani di lapangan. Langkah ini dinilai sangat strategis untuk mempercepat capaian swasembada jagung, yang dimulai dari penguatan ketahanan pangan di tingkat desa.
“Ini merupakan bukti nyata bahwa jika semua pihak bersinergi, maka program Asta Cita Presiden untuk swasembada pangan khususnya jagung, dapat kita akselerasi dengan baik hingga ke desa,” jelasnya.
Dia mengakui, kehadiran personil Polri di tengah-tengah para petani, bukan hanya untuk menjaga kondusifitas keamanan, tapi berkomitmen bertindak sebagai motor penggerak dan pendamping berkala, dalam mengoptimalkan potensi pertanian demi kesejahteraan.
Terpisah, Kepala Desa Batu Puter Salie mengakui, hasil panen jagung sebanyak empat ton ini nantinya akan dikelola secara profesional melalui BUMDes untuk membantu stabilitas ekonomi petani di desa, hingga menyuplai kebutuhan pakan di Kabupaten Gumas.
“Kami komitmen untuk terus menjaga konsistensi dan berencana perluas area tanam pada musim tanam berikutnya. Sinergi berkelanjutan ini diharap bisa jadi contoh bagi desa lain dalam mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (ahs)





