BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama sejumlah Lembaga Jasa Keuangan (LJK) sektor perasuransian menggelar kegiatan literasi dan inklusi keuangan di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari Kick Off Bulan Literasi Keuangan yang menyasar kalangan mahasiswa sebagai generasi muda calon penggerak ekonomi masa depan.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus UMPR tersebut dihadiri Direktur Kerja Sama dan Hubungan Internasional UMPR Rakhdinda Dwi Arta Qairi, pimpinan cabang LJK sektor perasuransian, para dekan dan dosen, serta ratusan mahasiswa.
Melalui program tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan risiko keuangan sejak dini melalui instrumen asuransi.
Selain itu, mahasiswa juga dikenalkan dengan berbagai produk perlindungan keuangan yang legal dan berada di bawah pengawasan OJK.
Direktur Kerja Sama dan Hubungan Internasional UMPR, Rakhdinda Dwi Arta Qairi, menilai literasi keuangan menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
“Literasi keuangan, khususnya sektor perasuransian, merupakan keterampilan hidup (life skill) yang sangat krusial bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia profesional dan masyarakat. Harapannya kegiatan ini membuka wawasan Mahasiswa/i UMPR agar lebih rasional dalam merencanakan masa depan, serta menjadi motor penggerak inklusi keuangan di lingkungan keluarga dan masyarakat Kota Palangka Raya,” ujar Arta.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan pemahaman mengenai asuransi menjadi semakin penting di tengah meningkatnya berbagai risiko yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
“Pentingnya literasi asuransi sejak dini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya berbagai risiko kehidupan, mulai dari risiko kesehatan, kecelakaan, bencana, hingga ketidakpastian ekonomi,” terang Primandanu.
Ia juga menyebutkan, pemahaman mengenai asuransi sejak dini membantu generasi muda memiliki kemampuan dalam merencanakan keuangan, mengelola risiko, serta mengambil keputusan keuangan yang bijak dan bertanggung jawab.
Menurutnya, lingkungan kampus merupakan salah satu ekosistem strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan finansial.
Melalui edukasi tersebut, mahasiswa didorong tidak hanya memahami konsep asuransi, tetapi juga mulai memanfaatkan produk perlindungan keuangan secara bijak sebagai langkah antisipasi terhadap risiko di masa depan.
Kegiatan diisi dengan pemaparan materi dari para narasumber yang berasal dari industri perasuransian.
Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai manfaat produk asuransi, mekanisme perlindungan, hingga pentingnya memilih produk yang telah berizin dan diawasi OJK.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan inklusi keuangan, Lembaga Jasa Keuangan sektor perasuransian juga memberikan produk asuransi mikro secara gratis kepada 500 mahasiswa UMPR serta produk asuransi perlindungan kepada 20 dosen.
Melalui kegiatan ini, OJK dan industri jasa keuangan berharap kesadaran generasi muda terhadap pentingnya perencanaan keuangan dan perlindungan risiko dapat terus meningkat sehingga tercipta masyarakat yang lebih cerdas dan tangguh secara finansial. (asp)





