Lestarikan Budaya Lewat Lomba Menjawet Uwei, Melukis dan Mewarnai

Peserta Lomba Menjawet Uwei ketika mengolah rotan.

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Atrium Hall Duta Mall Palangka Raya dipenuhi semangat kreativitas dan nuansa budaya lokal saat Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar lomba menjawet uwei (menganyam rotan), melukis, dan mewarnai bertema “Polri untuk Masyarakat”, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut berhasil menyedot perhatian ratusan peserta dan pengunjung. Suasana pusat perbelanjaan terbesar di Kota Cantik itu tampak semarak dengan kehadiran para pengrajin rotan, ibu rumah tangga, hingga anak-anak yang antusias menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka.

Penutupan kegiatan dihadiri langsung Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Wakapolda Brigjen Pol Yosi Muhamartha, para pejabat utama Polda Kalteng, Ketua Bhayangkari Daerah Kalteng beserta pengurus, serta para peserta lomba.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, mengatakan perlombaan yang mengangkat tema kearifan lokal tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan Hari Bhayangkara, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam melestarikan budaya khas Kalimantan Tengah.

“Tujuan utama kami selain memeriahkan HUT Bhayangkara ke-80 adalah melestarikan budaya asli daerah, khususnya budaya Dayak. Kalimantan Tengah memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan harus terus dijaga agar tetap dikenal oleh generasi muda,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai tradisi dan keterampilan masyarakat lokal perlu terus diperkenalkan melalui kegiatan yang dekat dengan masyarakat. Dengan demikian, warisan budaya tidak hanya menjadi sejarah, tetapi tetap hidup dan berkembang di tengah perkembangan zaman.

“Kalau tidak kita lestarikan dan tidak kita kenalkan melalui kegiatan seperti ini, kita khawatir generasi penerus tidak lagi mengenalnya. Padahal budaya tersebut merupakan identitas dan kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah,” katanya.

Irjen Iwan juga mengaku terkesan dengan tingginya animo masyarakat yang memadati lokasi kegiatan sejak pagi hingga penutupan acara. Perhatian pengunjung terutama tertuju pada lomba menjawet uwei yang menampilkan keterampilan menganyam rotan khas masyarakat Dayak.

“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Pengunjung Duta Mall begitu ramai dan mereka terlihat tertarik menyaksikan secara langsung proses menjawet uwei. Dari perlombaan ini kita bisa melihat bahwa kerajinan tradisional tersebut memiliki nilai seni yang tinggi dan membutuhkan ketelitian serta keterampilan khusus,” ungkapnya.

Tak hanya budaya tradisional, Polda Kalteng juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat seni melalui lomba melukis dan mewarnai bertema “Polri untuk Masyarakat”. Ratusan peserta dari berbagai usia tampak antusias menuangkan imajinasi dan kreativitas mereka dalam karya yang penuh warna.

Kapolda menilai tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa kegiatan seni dan budaya masih mendapat tempat di hati masyarakat. Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan tersebut juga mampu mempererat hubungan antara Polri dan warga.

Melalui festival budaya dan kreativitas ini, Polda Kalteng berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, tidak hanya melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga lewat pendekatan budaya yang lebih humanis.

“Ke depan, kami berharap hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat. Budaya dan kearifan lokal bisa menjadi salah satu jembatan untuk memperkuat kebersamaan serta menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kalimantan Tengah,” pungkasnya. YUD