Daging Ayam Ras Picu Inflasi Bulanan Kalteng pada Juli 2026

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah Toto Haryanto Silitonga saat memaparkan rilis inflasi bulanan (m-to-m) Kalteng sebesar 0,23 persen untuk periode Juli 2026 di Kantor BPS setempat

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat tingkat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) di Kalteng sebesar 0,23 persen pada bulan Juli 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,87.

Kepala BPS Provinsi Kalteng, Toto Haryanto Silitonga, menjelaskan bahwa kenaikan rata-rata harga berbagai komoditas pada bulan Juli secara umum masih didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

“Kalau kita lihat kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan di Kalimantan Tengah, di mana sebesar andilnya adalah 0,12,” kata Toto pada konferensi berita resmi statistik di kantor BPS setempat, Senin (3/8/2026).

Toto menuturkan, dari 300 komoditas yang dipantau, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap pembentukan inflasi bulanan di Kalimantan Tengah.

“Kalau andilnya 0,12 dibilang terbesar, karena komoditas kita 300. Dari 300 itu, andil yang 0,12 tertinggi ada di kelompok makanan,” ujarnya.

Selain kelompok pangan, sektor transportasi juga menjadi penyumbang terbesar kedua terhadap inflasi m-to-m di Kalimantan Tengah.

“Ada juga kelompok yang memberikan andil terbesar untuk menunjang terjadinya inflasi, yaitu kelompok transportasi. Ini ya seperti harga tiket pesawat, ya, harga tiket yang lain, ya. Ini terbesar kedua andilnya sebesar 0,05 persen,” tutur Toto.

Secara lebih terperinci, Toto mengungkapkan lima komoditas utama pemicu inflasi bulanan di Kalteng pada Juli 2026. Ia menyebutkan komoditas daging ayam ras merupakan andil terbesar terhadap tingkat inflasi Kalteng.

“Dari kelompok makanan, minuman, tembakau tadi, kita lihat ternyata andil inflasi terbesar itu ada di daging ayam ras sebesar 0,33. Kemudian diikuti dengan bensin 0,10, beras juga 0,09, terong 0,03, dan pembasmi nyamuk bakar/obat nyamuk bakar,” paparnya.

Di sisi lain, laju inflasi bulanan berhasil ditahan oleh penurunan harga pada sejumlah komoditas yang mencatatkan andil deflasi.

“Nah, komoditas apa yang menyebabkan harga turun, yaitu ada bawang merah andilnya 0,05. Artinya harga bawang itu lebih rendah dibanding di bulan Juni yang lalu. Kemudian ikan gabus, emas perhiasan tentunya, telur ayam ras, angkutan udara, dan sebagainya,” jelasnya.

Sebagai informasi, tingkat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Kalteng pada Juli 2026 berada di angka 4,32 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) tercatat sebesar 2,63 persen.

Adapun inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 4,78 persen (IHK 114,36) dan terendah di Sampit sebesar 3,58 persen (IHK 111,66). (asp)