BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Anggota DPR RI Fraksi PAN daerah pemilihan Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Syauqie, resmi dilantik sebagai Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) masa bakti 2026-2030.
Pelantikan berlangsung di Gedung Serba Guna Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Sabtu (6/9/2026).
Dalam kepengurusan periode tersebut, Sugiono yang juga menjabat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dilantik sebagai Ketua Umum PB IPSI oleh Ketua Umum KONI Marciano Norman yang turun dihadiri Menpora Erick Thohir.
Turut hadir juga dalam pelantikan tersebut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo serta para undangan lainnya.
Muhammad Syauqie menjadi salah satu pengurus yang dipercaya mengemban tanggung jawab dalam organisasi olahraga pencak silat nasional tersebut.
Amanah itu dinilainya sebagai tanggung jawab yang harus dijalankan dengan komitmen untuk mendorong kemajuan pencak silat Indonesia.
Syauqie mengatakan, keterlibatannya di PB IPSI menjadi bagian dari upaya memberikan kontribusi bagi perkembangan pencak silat, baik dari sisi pembinaan atlet maupun penguatan organisasi.
“Ini adalah amanah yang harus saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Pencak silat merupakan salah satu warisan budaya dan olahraga kebanggaan Indonesia yang harus terus kita kembangkan,” kata Syauqie.
Menurutnya, pencak silat memiliki potensi besar untuk terus mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, pembinaan atlet secara berkelanjutan serta dukungan terhadap para pesilat menjadi hal penting yang perlu diperkuat.
“Kita ingin pencak silat semakin maju, prestasi atlet terus meningkat dan pembinaan di daerah juga semakin kuat. Tentunya ini membutuhkan kerja sama semua pihak,” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat dari Kalteng, Syauqie juga berharap perkembangan pencak silat dapat dirasakan hingga ke daerah. Menurutnya, potensi atlet muda di berbagai wilayah perlu mendapat ruang dan pembinaan yang memadai agar mampu berkembang dan berprestasi.
“Saya tentu berharap potensi-potensi pesilat dari Kalimantan Tengah juga bisa mendapatkan perhatian dan kesempatan yang lebih besar untuk berkembang dan berprestasi di tingkat nasional,” katanya.
Syauqie menambahkan, kepengurusan PB IPSI periode 2026-2030 diharapkan mampu menghadirkan program pembinaan yang terarah serta memperkuat sinergi antara pengurus pusat, daerah, perguruan dan para atlet.
“Mari kita bersama-sama membangun pencak silat Indonesia agar semakin berprestasi dan semakin dikenal di dunia,” pungkas Syauqie. (asp)





